Pak Haniwar yg terkasih,
Tidak benar kalau Bpk merendah dan mengatakan diri Bpk sbg org bodoh
yg sedang mengeluarkan uneg-uneg. Wong, saya sangat menikmati setiap
diskusi bersama Bpk karena saya mendapat pencerahan yg berarti. Mana
ada org bodoh yg bisa kasih pencerahan? :-)
Dan, semua argumen Bpk tidak ada yg OOT. Semuanya relevan kok Pak.
Saya memang mengakui swasembada beras zaman Megawati, terus terang
saya sebelumnya tidak mengetahui. Untung ada Pak Haniwar. Berarti
pencerahan lagi khn Pak :-) Dalam posting saya sebelumnya, saya
menyatakan swasembada beras pada masa Megawati, turut juga "dibantu"
oleh membaiknya harga beras di pasar internasional. Kenapa kata
dibantu saya bubuhi tanda kutip? Karena mksd saya adalah dgn naiknya
harga beras di pasaran internasional, maka penerimaan negara juga
mengalami kenaikan. Begitu Pak. Jadi, memang tidak ada hubungannya dgn
swasembada secara langsung.
Kalau boleh saya menyimpulkan diskusi ini, saya ingin menyatakan
bahwa manajemen beras harus menjadi salah satu prioritas kebijakan
pemerintah, siapapun rezimnya. Karena, beras memegang peranan penting
dlm kehidupan masyarakat Indonesia. Kedua, manajemen beras juga harus
memerlukan aspek manajemen yg benar-benar efektif (berorientasi pd
peningkatan kesejahteraan petani) dan faktor-faktor produksi juga
tidak bisa tidak diindahkan. Manajemen beras tidak bisa dipahami dan
dilaksanakan secara parsial (seperti kenaikkan HPP yg berpretensi sbg
satu2nya solusi). Semoga Bpk dpt menambahkan..
Salam,
Patrick Hutapea
--- In [email protected], tjuk kasturi sukiadi
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kawan, saya setuju bahwa dalam menilai Pak Harto sudah seharusnya
kita melihatnya dalam perspektip yang holitik. Tentu dia adalah orang
besar karena berhasil menguasai Indonesia selam 32 tahun.
Pertanyaannya sekarang adalah apa yang didapatkan oleh bangsa
Indonesia yang "telah bersedia diperintah" oleh Pak Harto bersama Orde
Baru dan para kroninya untuk masa kini dan masa depan. Bandingkan saja
dengan apa yang didapatkan oleh Singapura setelah 35 tahun diperintah
Lie Kwan Yu, Korea Selatan oleh Park Chung Hie selama 14 tahun dan
tetangga sesama Ras Melayu; Malaysia yang diperintah oleh Mahatir
Muhammad selama 20 tahun. Kiranya pemimpin besar yang baik adalah
pemimpin yang meletakkan dasar/pondamen kemampuan bangsa untuk mampu
nhidup lebih adil,makmur dan sejahtera di masa kini dan masa depan.
Karena apa yang terjadi di masa kini adalah hasil masa lampau dimana
Suharto punya kesempatan yang begitu besar untuk jangka waktu yang
begitu panjang. Salam Tjuk Kasturi Sukiadi
>
> sohibmachmud <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> pak harto itu telah berjasa mengharumkan nama indonesia di dunia
> internasional sebagai negara nomor satu dalam korupsi.
> dalam membina keluarga beliau juga berhasil mendidik putranya tommy
> menjadi penghuni nusakambangan sbg pembunuh berdarah dingin.
> adiknya probosutejo sekarang lagi indekos lp sukamiskin bandung.
>
> masih banyak lagi jasa pak harto bagi negeri ini.
>