Wah Mbak Fau, semua cerita mbak seperti mewakili perasaan saya, terus trang saya paling males berhubungan dengan PNS, beberapa kali pengalaman memang tidak pernah indah :))
yang terparah waktu saya punya NPWP baru, dengan niatan mulia saya ingin bayar pajak dan pingin tau gimana proseduralnya. tapi di kantor pajak saya dioper2 sampai 4 kali....bayangkan 4 kali beda lantai naik turun kayak yang saya mau minta2 ke mereka, sementara orang2 yang melempar2 saya itu, saya lihat sendiri bukan sedang sibuk kerja, tapi sedang duduk2 ngopi (saya datang jam 11 an) dan rebutan snack...bagaimana saya nggak enek. saya yang mau menjadi warga yang baik saja dibuat "patah hati" karena cara mereka memperlakukan, dan saya yakin hal kayak gini tidak hanya saya yang alami. Saya setuju saja gaji PNS dinaikkan, tapi asal jelas kriterianya, kalau kita di Swasta pan gaji naik berdasarkan prestasi, lha apakah "HRD" negara ini sudah punya lembar evaluasi "karyawan"nya??? tanya kenapa???? Ends > ----- Original Message ---- > From: fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, April 19, 2007 1:00:26 PM > Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: 2009, Gaji PNS Terkecil Rp 2 Juta > > IMO, pendapat Mas Seto dan Edy sama2 benar. > > 1. Gaji kecil mendorong korupsi, tetapi gaji cukup belum tentu > mencegah korupsi. > > 2. Kebutuhan akan naik seiring dg kenaikan pandapatan. Waktu gaji saya > 1 juta, saya pengen nonton di TIM; kalau gaji saya 2 juta, saya pengen > nonton di EX. Yang tadinya tidak prioritas juga bisa naik jadi > prioritas. Fly-paper effect. > > 3. Proyek2 di departemen memang "mulia" krn boss kasihan anak buahnya. > Tetapi tidak ada jaminan bahwa semuanya di jalur mulia. Banyak proyek > yang diada2kan demi menambah yang sudah cukup (liat aja berapa banyak > sih dirjen yang miskin? kayaknya saya belum pernah ketemu deh). Banyak > dana taktis dipakai bukan cuma buat kelancaran pekerjaan tapi juga > kesejahteraan anak-bini-pacar. Tidak ada juga jaminan bahwa kalau gaji > naik, proyek2 maksa ini akan hilang. > > 4. PNS kita terlalu banyak dan alokasinya kacau. Ada teman2 saya yang > kerja keras, gajinya sama saja dg tetangga mejanya yang nongol jam 11 > pulang jam 3. Ada yang salah dg job desc? Apakah dg gaji naik si > atasan akan bisa bersikap tegas dan keras thd bawahan? Lha sudah jadi > rahasia umum kalau PNS itu "ga bisa" dipecat :) Selama ini saya dengar > kalau atasannya gak suka sama bawahan, hukumannya adalah "tidak diajak > ikut tim/proyek". . just that. > > 5. Saya ingat berkunjung ke salah satu departemen baru2 ini. Yang mau > saya temui pak Direktur yang mendadak dipanggil rapat sama Dirjen. Ya > sudah, saya tunggu saja. Di ruang sekretaris dan TU (?) itu ada > sekitar 6 pegawai. Saya menunggu dari jam 10 sd 12 dan mengamati > tingkah laku mereka. > Kerjaan mereka: nonton tv, nelfon, baca koran, ngobrol, janjian mau > belanja ke mangdu jam 2 siang, bolak balik pesen makanan atau > merokok... dan yang lebih lucu lagi, datang seorang sales food > processor... dan diadakanlah demo alat tsb di ruang rapat pak > direktur! Wahahahaaha. .. saya mau ketawa atau marah ya? > Lha.. gaji pegawai swasta itu kena pajak progresif lho.. buat nggaji > orang2 kayak gini? Mau dinaikin pula gajinya? Membayangkan bahwa gaji > pegawai swasta gross 21 juta sebulan itu kena pajak kl. 4.5 juta > perbulannya. eh, pelayanan publik kacau balau amburadul. Urus apa2 > dijutekin, dimintain duit, dipersulit. Gak rela daku... (kayak lagu > dangdut). > > Udah bayar pajak katanya kita berhak marah kalau ada penyimpangan. .. > tapi ya.. ini Indonesia.. ingin marah silahkan.. ingin diam silahkan.. > asal kami tetap seperti ini... (lagu garing neh). > > Naikin gaji boleh, asal: > 1. benahi dulu struktur dan alokasi PNS. Pensiunkan saja yang cuma > jadi penghias kantor itu. > 2. stop dulu penerimaan PNS baru kecuali job desc-nya bener2 jelas dan > sesuai dg kualifikasi. > 3. terapkan sistem "reward and punishment" seperti di swasta. Yang > perform dapet reward, yang ga perform dapet penalti. > 4. koruptor dihukum berat, yang korupsi diatas 1 M langsung hukum > mati. Yang melayani publik seenaknya dewe diberi sanksi tegas. > > Kalo bisa gitu, saya dukung. Kalau masih kayak gini2 aja, terus terang > bikin sakit hati: gaji naik, korupsi jalan terus, pelayanan publik > tetap jempol kebalik. Enak banget... sedang di jalanan rakyat sikut2an > demi uang receh dan pegawai swasta kerja kayak mesin. > > -fau
