http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/20/humaniora/3467658.htm
===========================

Jakarta, Kompas - Penyakit tuberkulosis (TB) paru pada ibu hamil patut
diwaspadai. Setiap tahun, satu juta perempuan penderita TB meninggal
dunia saat kehamilan atau persalinan. Untuk mencegah perburukan
penyakit dan komplikasi saat hamil dan persalinan, pasien harus
mengonsumsi obat anti-TB, kecuali streptomisin.

"Mayoritas perempuan yang menderita tuberkulosis paru berada di usia
reproduktif," kata dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan
dari Rumah Sakit Persahabatan dr M Iqbal Noerdin dalam seminar
"Bahayakah Tuberkulosis Paru pada Wanita di Usia Reproduksi dan Anak",
Rabu (18/4) di Jakarta.

Setiap tahun, tiga juta orang meninggal dunia akibat TB. Indonesia
menempati urutan ketiga angka kasus TB tertinggi di dunia dengan angka
kematian mencapai 300 orang per hari. Diperkirakan, kasus TB meningkat
5-6 persen dari total kasus yang ada. "Kuman TB dapat menular lewat
percikan ludah saat batuk, bersin atau berbicara," kata ahli paru dr
Tjandra Yoga Aditama.

Menurut Iqbal, setiap tahun satu juta perempuan TB di dunia meninggal
dunia saat kehamilan atau persalinan. Di Indonesia, lebih dari 50
persen kasus TB baru adalah perempuan. Data di Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo dalam kurun waktu 1989-1990, dari 4.300 perempuan hamil,
150 orang di antaranya dengan TB paru (3,48 persen).

Jika TB tidak diobati bisa terjadi penyebaran bakteri ke organ
reproduksi hingga penderita sulit hamil, dam komplikasi saat kehamilan
dan persalinan.

TB paru pada kehamilan meningkatkan risiko anemia, gizi kurang,
kontraksi dini, perdarahan setelah melahirkan, dan sesak napas
sehingga tidak kuat mengejan saat persalinan. TB juga meningkatkan
risiko keguguran, pertumbuhan janin terhambat, dan lahir prematur.

Meski jarang terjadi, angka kematian pada bayi akibat TB termasuk
tinggi, 50 persen. Gejalanya, muncul pada minggu kedua hingga ketiga
kehidupan yang ditandai lahir prematur, gangguan napas, demam, berat
badan rendah, hati dan limpa membesar. "Penularan TB dari ibu ke
janinnya atau TB kongenital masih jadi perdebatan," kata Iqbal.

Sekitar 90 persen TB aktif muncul dari TB laten yang tidak diobati. (EVY)



Kirim email ke