Kalau hanya greget "LAWAN" saja kadang gagal atau bisa-bisa konyol kita, karena 
banyak penjaga pintu rupiah dan satpam yang kong-kali-kong di sana. 
   
  Ada tambahan PENGALAMAN LAIN lagi, melihat; 
  Seseorang tertinggal pesawat, gara-gara tak ada uang sejuta perak ntuk bayar 
fiskal, sehingga tiket hangus, membuat ia geram berkata kasar, gregetan, marah 
campur aduk, nekad, hingga digiring satpam, memalukan....
   
  Masalahnya fiskal, sekali lagi tentang FISKAL....!!!,  Mungkin untuk pebisnis 
tak begitu masalah, namun orang awam atau TKI tak semua selalu banyak uang.  
Apa alasannya negeri kita menariki FISKAL, bukankah ini justru menghambat 
bangsa sendiri untuk maju?.  
   
  Bebas fiskal hanya 4 kali setahun, namun bayangkan jika ia seorang yang harus 
pulang balik tak hitung jumlahnya atau pelajar di luar negeri (privat non- 
sponsor) yang hanya sekedar pulang-balik karena memang risetnya di negeri 
sendiri, ternyata tak ada kompromi, betapa menyakitkan pengalaman ini. 
   
  Banyak keluhan tentang fiskal sejak dulu, bagaimanakah penyelesaiannya?
  Atau kita agendakan "CABUT FISKAL dan REFORMASI IMIGRASI RI" ke DPR agar 
benar-benar semakin peduli dengan problema rakyat.
  Mohon pencerahan....bagi rekan-rekan yang menguasai hal ini....
   
  kcn,-
  ------------
  
Cornelia Istiani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Premanisme di imigrasi memang ada..ini pengalaman saya pribadi karena 
"iseng" aja dan coba-coba..karena keperluan keluarga saya mesti pergi juga ke 
luar dan mesti ngurus paspor..datanglah saya ke kantor imigrasi Jakarta Timur 
dengan pesan dari rumah pakai "calo" aja biar cepet karena waktu dah sempit 
(kalau saja Kakek masih hidup kena "semprot" tuh saudara yang nyaranin pakai 
calo). Gambling aja nih, paling ga jadi berangkat kalo lewat waktu..memang 
banyak "calo" yang nawarin supaya prosesnya jadi secepat 
kilat..wes..ewes..abrakradabra...sim salabim Jadi! Lha wong nekat saya urus 
sesuai dengan prosedur dan aturan yang mereka tetapkan--ternyata ya sesuai 
dengan jadwal, dua minggu kemudian paspor dah ditangan..ini mengejutkan buat 
saya pribadi...dan seterusnya perpanjang ya lancar aja..Hal yang sama juga saya 
alami ketika ngurus SIM A.

Bener kata Anda Pak Manneke...kita LAWAN! jangan pernah menggunakan jasa Calo 
dan jalan pintas..proses itu nikmat, senikmat minum capucinno setelah 
ber-wushu-ria.

_CI_

Kirim email ke