Wah, kalau tersangkanya "orang biasa" pasti sudah dipukuli dan 
dibentak-bentak penyidik agar mengaku. Ini hanya karena tersangka "lain 
daripada yang lain", polisi benar-benar diuji untuk menerapkan prinsip-prinsip 
"criminal scientific investigation". Sebenarnya, ini kasus penganiayaan (yang 
menyebabkan kematian) biasa, tapi karena tersangkanya tak biasa, kemampuan 
polisi untuk menyidik benar-benar diuji. Bagaimana menyidik para tersangka 
tanpa harus melakukan kekerasan?
   
  Jaksa menyusun surat dakwaan berdasarkan BAP dari penyidik. Saya kira, tidak 
mungkin jaksa menyusun dakwaan berlapis-lapis tanpa didasari oleh Berita Acara 
Pemeriksaan dari penyidik yang mengarah ke sana. 
   
  Pendek kata,  kunci pengungkapan kasus ini berada di tangan polisi. Saya 
kira, banyak penyidik polisi yang benar-benar bisa bekerja secara profesional. 
Kita tunggu saja.
   
  Salam,
   
  
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  IPDN: PRAJA YUNIOR MEMANG TAK TAHU APA2   Posted by: "loekyh" [EMAIL 
PROTECTED]   loekyh   Sat Apr 21, 2007 8:34 am (PST)   Saya tergelitik dg 
komentar yang memberi kesan bahwa praja yunior yg 
berada ber-sama2 Clif Muntu ketika terjadi penyiksaan terhadapnya 
melakukan GTM dg motif melindungi diri sendiri. Saya tak sepenuhnya 
setuju dg komentar ini sebab bagi saya sangat jelas bahwa para praja 
yunior ini ditutup matanya secara paksa ketika SEBAGIAN (kecil?) 
dari mereka mendapat siksaan sadis oleh para seniornya. Jadi mereka 
TIDAK BISA MENYAKSIKAN kejadian sesungguhnya (selain hanya menerka-
nerka dari suara yang mereka dengar).

Saya percaya bahwa para senior sudah lebih dulu melakukan `SELEKSI' 
thd praja yunior dg menyeleksi hanya sedikit praja yunior yang akan 
mendapat siksaan. Sebagian kecil praja yunior yang `mendapat 
kehormatan' tersebut adalah praja2 yang vokal atau berani 
mempertanyakan atau bahkan membandel thd perintah2 tak logis atau 
tak manusiawi dari senior2-nya. 

Sebagai pimpinan kontingen Sulut, selain dikenal vokal menyuarakan 
aspirasi teman2-nya, juga beban moral sebagai pimpinan kontingen dg 
kewajiban moral membela hak2 rekan2 dari kontingenya telah membuat 
Clif Muntu memiliki peluang sangat besar untuk menjadi `bantal 
tinju' dan bulan2-an para senior2-nya. 

Perlu dipertimbangkan pengakuan seorang mantan praja IPDN dari Sulut 
yang juga rekan seangkatan Clif Muntu bahwa yang paling sering 
menyiksa adalah praja senior sesama daerah. Jadi perlu jdiselidiki 
motif `jealous', iri hati atau kekuatiran dari beberapa praja se-
daerah yang merasa kurang percaya diri, kurang mampu bersosialisasi 
atau tak memiliki kepribadian seorang pemimpin, spt yang dimiliki 
oleh Clif Muntu. 

Saran saya kepada aparat penyidik, fokuskan penyelidikan pembunuhan 
Clif Muntu pada para senior IPDN yang ikut menyaksikan langsung 
pemukulan. Dari rekonstruksi, bisa diperoleh gambaran umum ttg siapa 
yang paling sering berbohong. 

Jika polisi gagal memperoleh kejadian sesungguhnya secara utuh dan 
rinci (mis. tidak mampu mengidentifikasi pelaku2 utamanya), maka 
saya menyarankan agar pihak Kejari Jawa Barat (Sumedang?) selain 
membuat berkas tuduhan berlapis, juga membuat tuduhan yang bersifat 
kolektif (selain tuduhan2 berlapis yang bersifat individual) thd 
semua tersangka sebagai satu group dan mereka harus bisa dijerat 
paling sedikit dg tuduhan (secara kolektif) berkomplot menutupi 
kejadian sesungguhnya.

Salam


             
---------------------------------
 Découvrez une nouvelle façon d'obtenir des réponses à toutes vos questions ! 
Profitez des connaissances, des opinions et des expériences des internautes sur 
Yahoo! Questions/Réponses.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke