Ngeri juga membayangkan 15 tahun lagi seluruh hutan rimba
  bumi Pertiwi ini akan menggundul.
  Digundul oleh para penggundul, bukan bencana alam yang diluar
  kuasa manusia....
   
  Siapakah para penggundul-penggundul ini?
  Apakah tidak mungkin mereka ini kita gundul sebelum tanah air
  kita yang tersayang ini jadi gundul?
  Bagaimana rekan-rekan sekalian?
   
  Adakah cara yang kalian temui, agar bumi kita ini tidak bisa begitu
  saja digundul oleh tangan-tangan yang buas ini?
  Marilah kita berbuat sesuatu sebelum "tergundul".....
   
  Salam
  Las.
  

firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          kompas/Jumat, 20 April 2007 

Jeda Tebang Hutan 15 Tahun 
Tahun 2022 seluruh hutan alam di Indonesia diperkirakan punah

Jakarta, Kompas - Kebijakan dan tata kelola hutan hingga kini masih tumpang 
tindih, sehingga kerusakan dan bencana ekologis tidak bisa dikendalikan. Untuk 
memperbaiki keadaan, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi mendesak 
pemerintah menerapkan moratorium atau jeda tebang hutan selama 15 tahun. 
Masa jeda itu harus dimanfaatkan untuk mencapai standar pelayanan ekologi bagi 
perkebunan dan kesepakatan sistem hutan kerakyatan, dengan mengacu protokol 
resolusi konflik. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Walhi Chalid Muhammad, 
Kamis (19/4), pada Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup Walhi, bertema 
"Pemenuhan dan Pemulihan Keadilan Ekologis". Acara ini diadakan menyambut Hari 
Bumi 22 April 2007 mendatang. 
Hadir sebagai panelis, Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal 
Saifullah Yusuf, Duta Besar PBB untuk Millennium Development Goals (MDGs) Erna 
Witoelar, Luky Eko Wuryanto dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan 
pengamat ekonomi Rizal Ramli. 
Jeda tebang hutan ini untuk menghentikan sementara penebangan dan alih fungsi 
hutan, kemudian mencari solusi yang bersifat jangka panjang dan permanen. 
Sebab, saat ini ada sekitar 500 peraturan dan perundangan mengenai kehutanan 
yang saling tumpang-tindih, kata Chalid. 
Desakan jeda tebang hutan selama 15 tahun ternyata kurang mendapatkan tanggapan 
para panelis. Menurut Erna Witoelar, jeda tebang hutan akan menimbulkan 
kekacauan akibat produksi bahan baku kayu terhenti. 
"Yang harus dilakukan sekarang adalah pemulihan kembali hutan yang rusak. 
Caranya, pemerintah memberikan insentif pemulihannya kepada masyarakat setempat 
sehingga penghutanan kembali bisa dilakukan," tutur Erna. 
Saifullah Yusuf mengatakan, kebijakan yang ditempuh pemerintah terkait dengan 
konservasi hutan adalah mengawinkan program pemerintah dengan kebutuhan 
masyarakat setempat, misalnya dalam pembuatan jalan. 
Adapun Rizal berpendapat, pemerintah saat ini harus bersikap tegas dalam 
memberikan sanksi finansial bagi perusahaan pengelola hutan yang melanggar 
ketentuan. Pemerintah juga perlu menggunakan mekanisme perdagangan 
karbondioksida (CO2) kepada negara maju untuk meminimalkan produksinya bagi 
perusahaan pengelola hutan. 
Laju kerusakan 
Menurut Chalid, jeda tebang hutan sebagai pilihan masuk akal, akibat laju 
kerusakan hutan alam kini tercatat 2,72 juta hektar per tahun. Diperkirakan 
pada tahun 2012 nanti hutan alam di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi akan 
punah. 
"Kepunahan hutan itu akan menyusul kepunahan hutan alam di Jawa. Pada 2022 
diperkirakan seluruh hutan alam di Indonesia akan punah," ujarnya. 
Chalid juga menjelaskan, laju tebangan hutan secara ilegal pada 2006 mencapai 
30,18 juta meter kubik atau senilai Rp 22,962 triliun sebagai kerugian negara. 
Kerugian ini sedikit di bawah nilai devisa yang diperoleh dari ekspor kehutanan 
Rp 29,536 triliun. Dan bila diperhitungkan pula dampak banjir dan longsor tahun 
lalu, kerugian jadi Rp 31,02 triliun. 
"Industri kehutanan memberi devisit negara Rp 1,484 triliun per tahun. Ini 
belum termasuk kerugian akibat penyelundupan kayu, biaya konflik, dan kerusakan 
ekologi hutan," katanya. (NAW) 

---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke