Pak Endiarto Wijaya,
Akur untuk kedua point Anda. Soal tanah, hukumnya di Indonesia sebetulnya
semua tanah dikuasai oleh negara dan sewaktu-waktu bisa diminta untuk dipakai
demi kepentingan "pembangunan." Kalo penghuni tanah menuntut, itu sebetulnya
supaya diperlakukan secara lebih layak sebagai subjek hukum. Dalam kasus-kasus
gusuran macam begini, negara biasanya cuci tangan. Yang disuruh maju adalah
pemborong atau kontraktor. Tapi zaman Orba dulu, nggak pake
kontraktor-kontraktoran. Yang maju tentara. Soal arkeologi mempelajari
perkembangan kebudayaan manusia, saya juga oke oke saja. Mungkin, pada masanya
nanti, masa lalu dan masa kini tak lagi dibeda-bedakan dalam studi, dan
arkeologi serta sosiologi bisa dilebur jadi satu disiplin. He he he...
manneke
Endiarto Wijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
1. Saya tidak hafal kasus-kasus semacam itu. Bisa juga kasus seperti
ini lingkupnya kecil, misalnya menyangkut ganti rugi negara terhadap seseorang
yang tanahnya dimanfaatkan untuk pembangunan daerah.
2. Secara etimologis memang demikian. Namun sepengetahuan saya, pada
prakteknya, arkeologi mempelajari perkembangan kebudayaan manusia. Sehingga
cakupannya bisa meluas. Tak terbatas pada masa purba.
Re: Sosok Soeharto Harus Dilihat secara Lebih Lengkap Posted by: "manneke
budiman" [EMAIL PROTECTED] Thu Apr 19, 2007 9:29 pm (PST) 1. Pernah ndak ada
kasus di Indonesia ini negara jadi subjek hukum dan kalah? Ini untuk
membuktikan saj apa negara tidak benar-benar kebal hukum, seperti kata Anda.
2. Arkeologi terbentuk oleh dua kata dasar : "archae" dan "logos". yang pertama
berarti "purba" dan yang kedua berarti "ilmu". Saya pikir, ini dengan
sendirinya sudah memperlihatkan orientasi ilmu ini ke mana. Bukan begitu? bahwa
ada yang namanya "industrial archaeology" , saya maklumi. Industri di dunia ini
usianya belum lama. Start-nya adalah revolusi industri di Inggris akhir abad
ke-18/awal abad ke-19. Jadi, dari segi sejarah manusia dan sejarah kebudayaan,
industri termasuk barang baru. Tapi, jika fokus kajian dipusatkan pada produk
industri masa awal, dan masa awal itu dipandang sebagai "zaman purbanya"
industri, ya bisa saja ada cabang arkeologi yang disebut "industrial
archaeology" itu.
manneke