Menurut sy pak Seto sudah populer sblm jdi ketua Komnas Anak.. ,nggak pelru cari popularitas tammbahan, seandainya pun benar dia cari tambahan popularitas, apa yg salah ??
Lalu kalau dia kasus anak.., masakan si anak yg datang sendiri.. pastilah salah satu orang tua atau keduanya yg lapor.. Entahitu Bapaknya dalam kasus Rasya .., entah itu ibunya dalam kasus si ratu Ektasinya.. Anak tambah bingung.. ?? ini kan pendpat pribadi anda... Kak Seto juga seorang psikolog anak yang mumpuni ... kita kita ini lho yang barangkali sok tahi ttg anak termasuk anak bingung ? Selama Komas Abak lebih memperhatikan kepentingan si anak.. maka semuanya itu sah sah saja.. Dansy kita itu yg dikerjakan oleh Seto cs.. Lalu bukan mustahil banyak kasus yg mrk tangani tp yg disiarkan justru berita para seleb itu..., dan itu bagus juga , krn akan mencuatkan perhatian pd perlindungan anak.. entah anak seleb atau anak pinggiran spt Raju.. Yang susah..ada yg simpati pada seleb tertentu yg mingkin merasa dipojokkan oleh Komnas.. lalu merasa Komnas itu menganiaya sang seleb.. Saya pikir seorang pencinta anak yg teruji spt Seto, insya Allah tetap akan memikirkan kepentingan anak drpd popularitas ataupun kepentingan seleb.. Susah lho utk seroang profesional menghianati profesinya.. , misalnya amat susah bagi saya utk menambahkan zat pengawet melebihi dosis pd makanan yg jadi tanggung jawab saya.. Soalnya langsung terbayang .. kemungkinan apa yg terjadi kalau sy lakukan itu.. Salam Haniwar At 10:43 PM 4/24/2007, you wrote: >Tidak tahu mengapa, saya rasanya sependapat. Mereka bermain di panggung >pertikaian orang tua dengan membuat suasana semakin panas. Komnas Anak dan >KPAI setali tiga uang. Tiap hari menampilkan diri di tengah yang bertikai >apa tidak semakin membuat anak bingung? Kalau orang tua yang bikin >bingung, ya karena mereka tidak tahu arti HAM Anak. Tapi Komnas Anak dan KPAI ? > >wass, >Triyatni
