Halo Cornelia,

>   Pertanyaan yang saya ajukan ke kakak perempuan pertama yang
> melanjutkan studi ke program magister Kajian Wanita di UI..kenapa
> kok Kajian Wanita?? emangnya wanita itu objek ya??..sampai perlu di
> kaji segala di akademik lagi..dan jawabannya singkat bahwa dia mau
> membantu meningkatkan kualitas kehidupan perempuan di desa-desa..dan
> terus terang saya sendiri masih tidak mengerti apa hubungannya
> dengan emansipasi...

 Kalau mau tahu mengapa namanya Kajian Wanita masuklah ke Kajian Wanita
 karena pengantar pertama kuliah akan dijelaskan mengapa namanya itu.
 Kan ada juga Kajian Amerika Latin, kan bukan berarti Amerika latin
 itu Obyek kan?

Di luar negeri juga banyak Women Studies di universitas-universitas,
jadi sebenarnya harusnya sudah tidak dipertanyakan lagi.

 Kalau masih penasaran, tanya saja ke kakak Anda sampai dia
 menyelesaikan tesisnya di Kajian Wanita. Saya sendiri juga lulusan situ.

 Apa hubungannya dengan emansipasi? Jawaban kakak Anda itu ya jelas
 menunjukkan hubungannya dengan sangat real "meingkatkan kualitas
 kehidupan perempuan". Nah, stop sampai di situ, garis bawahi kata-kata ini.
 Itulah salah satu kegiatan emansipasi perempuan.



> dan terus terang lagi "hujatan" terhadap pak
> Iwan juga belum ku mengerti benar..apa yang salah dengan pernyataan
> pak Iwan?? buat saya make sense...sori lho

Hujat apa sih? Bukankah justru Pak Iwan yang menghujat?
Yang Korupsi suami tapi yang dibilang masuk neraka istrinya?
Menurut Anda sendiri gimana?


>   Ibu Mariana..pertanyaan saya (respon atas tulisan: Feminiskah
> saya? ) mungkin bisa membantu paling tidak saya (lebih luas) member
> FPK ini untuk lebih memahami gerakan feminis, karena perlu titik
> pijak untuk memahaminya dan titik pijak ini yang masih bias..kalo di
> bilang kesetaraan...kata ini menimbulkan intepretasi
> macam-macam...jadi paling tidak asal-asul stereotipe jender ini yang penting 
> untuk dipahami bersama.
>

Jangan inttepretasi yang macam-macam dulu soal feminisme, kalau belum
paham maksudnya. Penjelasan ini mengambil waktu lebih dari satu semester.
Kalau benar-benar ingin tahu, ikutlah workshop feminis selanjutnya di
Jurnal Perempuan, bulan September nanti. Atau lebih lengkapnya buka
www.jurnalperempuan.com, atau lebih gampangnya, tanya dulu kakak Anda
yang mengambil Kajian Wanita, karena di situ selalu diajarkan
teori-teori feminisme. Dulu Pak Manneke termasuk pengajarnya, tentang
semiotika.

Mariana

Kirim email ke