Mas Bungaran, kalau masyarakat sudah mengerti kesetaraan gender,
maka tidak ada konflik rumah tangga gara-gara gaji istri lebih gede.
Karena pada prinsipnya keduanya harus saling membantu baik di sektor
domestik maupun publik.

Mariana


> bungaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Hahaha. Saya belum menikah jadi enggak tahu persis spt apa sih
> kehidupan berumah tangga. Yang saya perhatikan kehidupan keluarga 
> Indonesia ketika suami dapat gaji maka 100% gajinya diserahkan ke 
> isteri. Isterilah yang mengatur keuangan dan ketika situasi 
> diperhadapkan dengan berbagai kenaikan harga maka tentunya membuat 
> mereka pusing tujuh keliling untuk menutupi segala pembiayaan 
> kehidupan keluarga. Jadi jangan heran ketika terjadi kenaikan harga 
> diberbagai sektor maka yang pertama kali menjerit adalah ibu-ibu 
> rumah tangga.
> Memang harus diakui di Indonesia kurang pemberdayaan peranan wanita. 
> Dari 234.893.453 juta penduduk Indonesia, mungkin hanya beberapa 
> persen wanita yang sekolah. Mayoritas, wanita di Indonesia sekolah 
> hanya sampai tingkat SMP tanpa keahlian yang cukup untuk bisa 
> bekerja. Wanita selalu diperhadapkan dengan berbagai pilihan sulit
> (Bekerja demi karir atau menjadi ibu rumah tangga yang baik) apalagi 
> jika mereka sdh mempunyai anak. Mayoritas para suami di Indonesia 
> tidak mengijinkan si isteri untuk bekerja. Tidak sedikit konflik 
> terjadi dalam kehidupan berumah-tangga jika penghasilan si isteri 
> lebih baik dari suami. 

Kirim email ke