Rekan-rekan media yang terhormat,

Saat ini, Perubahan Iklim menjadi tren besar di seluruh negara di dunia. 
Apalagi sejak laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) kelompok 
kerja II, awal April 2007, di Brussels, Belgia, yang menilai dampak global, 
adaptasi yang perlu dilakukan, dan seberapa rentannya Bumi terhadap Perubahan 
Iklim. 

Hampir semua media mengangkat gambaran terburuk kondisi lingkungan hidup dan 
ekonomi dunia jika pemerintahan negara-negara di dunia tidak melakukan sesuatu 
untuk menghentikan Perubahan Iklim. 

Artinya, Perubahan Iklim bukan lagi isu mengawang-awang yang hanya terjadi jauh 
di masa depan atau bahkan di film-film fiksi ilmiah, melainkan isu lingkungan 
hidup yang nyata dan luar biasa. Dan, penting untuk mengaitkannya dengan isu 
ekonomi pembangunan.

Dan, sudah saatnya pula Indonesia melakukan tindakan untuk mengurangi emisi 
karbon dan beradaptasi terhadap ancaman terbesar pada keberlangsungan hidup 
manusia dan makhluk hidup lainnya ini. Indonesia perlu strategi matang karena 
negara berkembang di ekuator lah yang pertama terkena dampak. 

Namun, ada satu hal yang kurang sebelum kita beradaptasi dengan Perubahan 
Iklim. Apa saja ancaman yang sudah dan akan dialami oleh Indonesia? Bisakah 
dampak tersebut diminimalkan atau bahkan dihindari? Lalu, apakah tangan-tangan 
media bisa punya efek besar terhadap tren ini? 

Untuk menjawab rangkaian pertanyaan tersebut, WWF-Indonesia mengundang Anda 
untuk datang pada Media Briefing on Climate Change: Future Threat & Present 
Danger for Indonesia pada:

Hari/tanggal       : Jumat, 27 April 2007
Jam                      : 10.00 - 13.00
Tempat                : AKSARA book store, Kemang 
(seberang Hotel Grand Flora dan sebelum lampu merah McDonalds)

Pada kesempatan ini pula akan ada pemutaran film Perubahan Iklim. 

Besar harapan kami agar rekan-rekan dapat menghadiri acara ini dan menjadi 
bagian dari sebuah perubahan yang mencerahkan. 

Mohon konfirmasikan kedatangan Anda kepada Karina atau Verena di 021 - 576 10 
70 # 205/206 atau melalui email ke [EMAIL PROTECTED]

Sampai jumpa di AKSARA!

Verena Puspawardani
Public Campaigner
Program Iklim dan Energi
Kantor Taman A9 Unit A1 Lot 8/9
Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950

0818 897 383
[EMAIL PROTECTED]

www.wwf.or.id/climate


"If you spend your whole life waiting for the storm, you'll never enjoy the 
sunshine."
Morris West (writer, 1916 - 1999).


----------------------------------------------------------------------------
Jadwal:

09.00 - 10.00 Pendaftaran Peserta & Pemutaran Slide Show Climate Change

10.00 - 10.05 Pembukaan oleh Mubariq Ahmad, CEO WWF-Indonesia

10.05 - 10.15 Pemutaran film Climate Change

10.15 - 10.30 Presentasi oleh Fitrian Ardiansyah, Direktur Program Iklim dan 
Energi, WWF-Indonesia
dibantu oleh Muhamad Suhud, Energy Team Leader, Ari Muhammad, UNFCCC Project 
Leader, dan Dedi Hariri (Forest Fires Officer)
- Garis besar tentang Global Warming & Climate Change
- Dampak global Climate Change
- Dampak Climate Change di Indonesia, fokus di Forest Fires Riau, Kalbar, 
KalTeng, dan KalTim 

- Apa yang perlu dilakukan (strategi adaptasi, financial funding, usaha 
mitigasi/energi)
- What's next from WWF-Indonesia? Riset dampak Climate Change di Indonesia

10.30 - 12.30 Tanya Jawab dan Diskusi 
-Tanya jawab tentang presentasi yang sudah diberikan
- Diskusi media: 
1. Ruang strategis di media masing2 (yang hadir) untuk menulis tentang Climate 
Change
2. Mungkinkah berkala?
3. Bagaimana menumbuhkan demand dari pembaca/pendengar/penonton agar aware 
dengan isu Climate Change
4. Media sebagai partner?
5. Apa kebutuhan media ketika mengangkat isu Climate Change?
6. Kesulitannya? Angle? Data? Teknis pengambilan keputusan di redaksi?
7. Pengumuman: Journalist Workshop WWF-Indonesia dan CIFOR, 2 Mei

12.30 - 13.00 Door Prize dan Sholat Jumat
3 Door Prize menarik untuk 3 jurnalis



Catatan untuk Editor:
-  WWF, organisasi dunia yang bergerak di bidang konservasi dan didirikan tahun 
1961 di Swiss.

-  WWF-Indonesia memulai programnya di Indonesia pada tahun 1963 dengan 
membantu pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon di Jawa Barat. WWF-Indonesia 
memiliki status hukum senagai yayasan pada tahun 1996 dan sejak itu beroperasi 
sebagai organisasi nasional yang merupakan bagian dari jejaring WWF network 
secara global. Misi WWFIndonesia adalah untuk melindungi keanekaragaman hayati 
Indonesia demi kesejahteraan hidup manusia untuk generasi sekarang dan 
mendatang.

-  WWF-Indonesia memiliki 4 program yang terdiri atas: Hutan, Laut, Spesies, 
dan Iklim & Energi. Selain itu, juga memiliki divisi-divisi: kebijakan dan 
Corporate Engagement, Komunikasi dan Penjangkuan, dan Services and Resources , 
yang berfungsi sebagai lintas program dan yang mendukung organisasi 
WWF-Indonesia secara menyeluruh. 
-  Pendekatan yang digunakan WWF-Indonesia adalah:
- mempromosikan dan penyadartahuan kaidah konservasi, dan aksi konservasi di 
berbagai kalangan masyarakat Indonesia 
- memfasilitasi upaya multipihak untuk perlidungan keanekaragaman hayati dan 
proses ekologis pada skala ekoregion
- melakukan advokasi kebijakan, hukum, dan penegakan hukum yang mendukung 
konservasi
- mempromosikan konservasi demi kehidupan manusia, melalui pemanfaatan 
sumberdaya alam secara berkelanjutan.

-  Fokus kegiatan Program Iklim dan Energi WWF-Indonesia adalah: 
(i) solusi dan mencari alternatif untuk beralih dari sumber pemanasan global 
(berbahan bakar fosil) menjadi pemanfaatan energi berkelanjutan (pemakaian 
energi bersih/clean and green energy) dan pemanfaatan energi dengan efisien 
(ii) solusi dan pengembangan strategi adaptasi bagi keanekaragaman hayati dan 
manusia dalam meminimalisi ancaman-ancaman lain di luar Perubahan Iklim 
sehingga kerusakan dan kepunahan dapat dihambat.

-  Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dibangun oleh 
United Nations Environmental Programme (UNEP) dan World Meteorological 
Organization (WMO) pada tahun 1988 untuk melakukan serangkaian penelitian 
ilmiah, teknis, dan informasi sosial ekonomi yang relevan untuk memahami 
Perubahan Iklim. 

-  Laporan kelompok kerja I dikeluarkan di Paris, Februari 2007. Laporan 
tersebut menggarisbawahi bahwa manusia adalah penyebab utama meningkatkan gas 
rumah kaca di atmosfer. Gas rumah kaca ini lah penyebab Perubahan Iklim global. 

-  Laporan kelompok kerja III akan diadakan di Bangkok, Mei 2007. 












__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke