At 02:04 AM 4/25/2007, you wrote: >Harga minyak ketika itu cuma $3 per barel, Pak Haniwar. Mungkin >kalau digalipun baru lama kemudian bisa untuk membayar utang. Boom >minyak baru terjadi tahun 1970-an. Uang minyak ini oleh Suharto >sebagian dipakai untuk pembangunan, sebagian dibiarkan dikorupsi >bawahannya. Jadi bukannya tanpa manfaat.
justru itu maksud aku, apalah artiny hutang orla... ketika boom minyak terjadi langsung kaya , kalo hanya mau bayar yg segitu.. jika nggak di korupsi, Boom itumenyababkan naiknya harga minyaj dr USD 2 jadi USD 16... , Dengankekayaan alam segitu nggak repot deh bayar utang.., jadi ya itulah..aniwei andaipun ada yg membaik...ttg neracanya.. itu krn tidak membanding kan kehilangankekayaan alam yg luar biasa. tapi juga harus diingat sampai thn 62 kita masih sibuk bebaskan Irian, sebelum itu sibuk pemberontakan lain.. jadi bisa saja giliran kita mau take off, malah dijegal sama Amerika cs dan dan anteknya.. lalu larilah kekayaan alam kita ke Freeport dan Caltex dll >Sebagai perbandingan, tahun 1960-an itu Nigeria lebih kaya dari >Indonesia. Tahun 1970-an sama-sama menikmati boom minyak. Tahun 2006 >ini kita 25 kali lebih kaya dari tahun 1965 dan 3 kali lebih kaya >dari Nigeria. data anda bagus juga, bagaimana dgn Cina.. Malaysia , ASrgentina,. Brazilia..., Nigeria itu waktu masih dijajah ya ?? Salam Haniwar Andi
