Wapres Hamata = Hakunna Mattattta Menpening = Hamid Menbanyaksenang = Ical Mensemu = Mensesneg
salam, GG --- In [email protected], budi satria <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Please deh Bung Shambazy, > > hiks...hiks...hiks........(mau tertawa terpingkal-pingkal tapi ditahan, soalnya saya buka Politika - Bung Shambazy di kantor..) > > Mohon kepada Moderator untuk meneruskan kepada BUng Shambazy, supaya berkenan menjelaskan ke milis kalo bisa atau langsung via japri tentang siapa dan apa oknum2 yang dimaksud dalam Politikanya itu. > > Dasar Bung Shambazy, gak pernah habis akal-nye! > Salut........ > Thanks Bung Shambazy, like your politika. > Two thums up! > > salam berantas korupsi - tegakkan demokrasi > salam untuk jangan salah pilih pemimpin nasional... > > ibud > > > > > > > Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Oleh Budiarto Shambazy > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/21/utama/3446286.htm > ========================== > > Rabu, 1 April 2015. Aku ditertawai April Mop yang bilang setelah enam > bulan memerintah aku akan lengser ing keprabon. > > "Panggil Wapres Hamata." Belum lagi jubir memencet interkom, Hamata > nongol seperti Lucky Luke yang mencabut pistol lebih cepat dari > bayangannya. > > "Aku bosan ketemuan empat mata melulu." Eh, Hamata >supgray 40 > > Menpening (Menteri Pemindahan Rekening) Udin Walah kerjanya > mondar-mandir ke bank bermain valas. "Sesuai kontrak, Udin tak bisa > dipecat! Nenek kami satu ibu. Kamu juga punya kesayangan, Si Pechal > yang suka kue lumpur panas." > > Rakyat dongkol kepada Menbanyaksenang (Menteri Bantuan Minyak, > Sekolah, dan Sandang-pangan) Abdul Pechal. Ia mau jadi pelawak karena > suka tertawa melihat orang susah, tapi banting setir berbisnis kue > lumpur panas dan pecal. > > Aku akan pecat mereka lewat aksi tiga langkah: pergantian > komprehensif, beretika, dan bermartabat. "There's no chemistry between > me and him," kata batinku tentang Hamata. > > Aku malas menghadapi Udin yang suka bersilat lidah. Ke Pechal aku akan > bilang, "Eh, biar kue lumpurmu enak, tak ada lagi yang doyan. TNI, > gerakan cabut mandat, pengemplang BLBI, warga Sidoarjo, semua tak suka." > > "Siapa pengganti Udin?" tanya Hamata. "Kamu cari saudara yang neneknya > masih seibu atau seayah." > > "Oke, kaderku ratusan." Aku balas, "Sebelum ganti Pechal, aku > berkunjung dulu ke empat negara." > > Kami panggil Mensemu (Menteri Sekretaris Tamu) Idih Jijih yang banyak > masalah. Tetapi, Idih yang rapi itu ogah "setor jidat" ke kantorku > karena lagi ngambek ke Singapura. > > Aku tanya Hamata teknik mendepak dia. "Ah, gampang. Kalau balik dari > luar negeri, cekal saja. Kalau ke luar kota suruh naik sepeda supaya > enggak nyampé-nyampé di Jakarta." > > Aku suka Hamata, singkatan dari nama dia sebenarnya, Hakuna Matata > yang diambil dari bahasa Kenya. "It's a problem free philosophy", > itulah artinya. > > Siapa penggantinya? "Ah, ad-interim-kan saja. Namanya juga Mensemu, > munafik dikitlah," usul Hamata sambil pamit diri. > > Aku takut reaksi partai yang mencalonkan Idih dan Pechal. Idih gampang > karena ia ketua umum Partai Rotring (merek bolpoin), yang dapat suara > "nol koma" di Pemilu 2014. > > Sedangkan Pechal ketua umum Partai Dokar (Doa Karya) yang suka > dipelésétkan jadi "dosa dan karma". > > Aku jalani strategi Rempah-rempah (Rencana Empat Langkah Rekonstruksi, > Manipulasi, Pikir, dan Telaah). Intinya berpikir komprehensif, > bertindak terukur, bereaksi menyeluruh, dan memagari masalah. > > Aku diperkuat Tim Dewa Tobat (Dewan Wacana Tokoh-tokoh Hebat). Aku > panggil Abri Abrakadabra, anggota Tim Dewa Tobat Bidang Hankam. > > "Bri, Bri..., sini Bri." Ia cerita tentang minat Singapura mengontrak > Sumatera, Malaysia yang melirik Kalimantan, dan perundingan segitiga > RI-Papua-Australia. > > Kita kehilangan Timor Timor dan SBY-JK berunding dengan GAM. "Awas > Pak, RI mreteli satu per satu," kata Abri. > > "Aku malah lagi cari provinsi mana yang bisa dilepas supaya jadi > nomine anugerah antiperdamaian 'Bush Award'." Abri ngeloyor pergi. > > Giliran Langlang Buana, anggota Tim Dewa Tobat Bidang Luar Negeri, > masuk. "Aku prihatin Deplu dipelésétkan jadi 'Departemen Lucu'." > > "Pejambon suka dilangkahi anak buah Bapak. Mereka malas, tiap malam > nonton Empat Mata dan di kantor ngomongin Tukul melulu," katanya. > > Sialan. "Mana Si Syahdu, anggota Tim Dewa Tobat Bidang economy?" > > Badannya sekelingking, sama dengan perolehan suara partai yang > dipimpinnya, Partai Staedtler (merek potlot), yang dapat suara "nol > koma" di Pemilu 2014. Aku tanya soal rencanaku, "Vision Twenty Thirty > (2030)". > > "Angka dua artinya GNP kita terbesar kedua di dunia. Angka tiga > economic growth kita ketiga tertinggi di dunia." Lalu dua angka nol? > > "Itu simbol dua bola mata. Maksudnya melék dong, jangan tidur," > katanya sambil kabur cepat-cepat sebelum kudamprat. > > Tamu terakhir hari ini anggota Tim Dewa Tobat Bidang Politik, Ny > Sukiyaki Doraemon, yang separuh Jepang, yang akrab dipanggil "Bu Suk". > > "Hamata mengincar kursiku, padahal aku mau paké' dia jadi wapres 2019. > Gimana?" > > "Ah, Bapak nanya melulu kayak tamu. Ada Tim Pembayang, Internalisasi, > Pertimbangan, dan Pendongkrak Saya (Yangintimdongsay), ada Kabinet > Berbusa (Berbuat untuk Saya), dan ada Tim Pembisik (Pembicara, > Pemberisik, dan Pengintrik)." > > "Ada KUPER (Kantor Unit Politik dan Ekonomi Rakyat). Istri Bapak > mimpin Solidaritas Ibu Berbahaya (Bersama Berbahagia dan Berkebaya). > Tak perlu takut." Ah..., you are right my dear! > > Aku pemenang pilpres 2014 sebagai capres Patil Singit (Partai Ratu > Adil dan Satrio Piningit). Strategiku pura-pura teraniaya, termasuk > berbohong pernah digebuki praja. > > Rakyat doyan dangdut, tiap kampanye aku seolah-olah mau mati bernyanyi > Kegagalan Cinta-nya Rhoma Irama. "Cukup sekali aku merasa kegagalan > cinta/Kau yang mulai kau yang mengakhiri, kau yang berjanji kau yang > mengingkari./Ooooh ya nasib ya nasib...." > > Jangan dengar suara rakyat. Vox populi, vox nihili. > > Tiba-tiba Lola, Golden Retriever kesayanganku, menjilat tapak kaki > kiriku. Aku buka mata dan menggumam, "Apa benar ada reshuffle hari > Sabtu ini?" > > > > > > > --------------------------------- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check outnew cars at Yahoo! Autos. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
