Pak Firdaus makasih informasinya...
  saya selipkan di respon anda ya...
  salam

firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Disingkirkannya nelayan dalam proyek reklamasi pantura hanya 
merupakan akibat dari kebijakan penataan ruang kota yang hanya menempatkan 
permasalahan sosial dan ekologi sekedar sebagai tempelen saja. So, 
penyelesaiannya bukan bagaimana membantu nelayan agar secara mulus dapat 
beralih profesi, tapi merubah tata ruang kotanya sehingga mampu memberikan 
ruang yang cukup bagi nelayan dan warga kota terutama yang miskin untuk 
mempunyai akses terhadap sumber-sumber kehidupannya secara adil,
  -CI-
  Memang betul yang Anda katakan bahwa tidak cukup hanya 'memuluskan' alih 
profesi saja, toh alih profesi yang dibicarakan disini juga masih sekedar 
wacana belum fix suatu keharusan. Tapi ketika fokusnya adalah para nelayan, 
maka bagaimana supaya tetap mampu hidup dengan perubahan tata ruang yang mau 
tidak mau harus dihadapi, dan masih banyak alternatif kemungkinan kan bahwa 
penataan ruang tersebut menyertakan para nelayan atau tidak (maaf saya tidak 
tahu upaya lembaga anda sejuah mana....) dan perlu persiapan untuk itu dengan 
pendekatan yang komprehensif dan bekerja sama antar pihak yang berkepentingan, 
dan perlu pendampingan. Dan mengupayakan akses-akses tersebut yang perlu 
dibangun bersama-sama, entah dalam rangka alih profesi atau tetap dalam profesi 
yang sama, atau membuka akses (seperti kata Anda)...masih debatable--tergantung 
kondisi dan permasalahannya, belum bisa dibahas detilnya dan kemungkinan besar 
bersinergi dengan tempat anda yang paham dengan kebijakan dan
 sisi politisnya.
  -----------------------------------------------------------

Reklamasi pantai utara jakarta terkait dengan upaya Pemda DKI untuk menyediakan 
ruang yang lebih bagi pembangunan kawasan komersial baru di Jakarta. Jadi 
menurut saya permasalahan ini disebabkan oleh 'kesalahan' dalam perencanaan 
tata ruang kota jakarta yang masih menempatkan jakarta sebagai pusat kegiatan 
ekonomi (jasa, perdagangan, industri) dan pemerintahan. Yang harus dilakukan 
dalam jangka pendek adalah menghentikan reklamasi pantai utara jakarta, toh 
Menteri Negara Lingkungan Hidup sudah mengeluarkan Kepmen KLH No. 14/2003 yang 
menyatakan bahwa proyek itu tidak layak secara lingkungan. Dalam jangka 
menengah dan panjang, Pemda, DPRD DKI Jakarta dan warga kota harus kembali 
duduk bersama untuk merumuskan kembali tata ruang kota Jakarta. Perumusan tata 
ruang baru itu bukan untuk memutihkan pelanggaran tata ruang yang seringkali 
tidak ramah lingkungan dan sosial tapi untuk merumuskan kembali fungsi kota 
yang akan diemban oleh Jakarta. 
  -CI-
  Memang betul kebijakan tersebut suatu 'kesalahan' dan sudah dilakukan dan 
seperti yang Anda sarankan tersebut--itulah salah satu cara yang bisa ditempuh 
untuk seluruh Jakarta--menyelamatkan kota tercinta Jakarta--bukan hanya para 
nelayan saja, meski para nelayan juga sudah perlu perhatian karena mereka yang 
terkena dampak langsung.
  ----------------------------------------------------
  Saat ini daya dukung sosial dan ekologi Jakarta sudah tidak mampu lagi 
mempertahankan kota ini sebagai pusat perdagangan, jasa, industri sekaligus 
pemerintahan. Tata ruang kota kedepan harus menyederhanakan fungsi kota jakarta 
hanya sebagai pusat pemerintahan. Konsekuensinya, Pemda DKI Jakarta harus 
mengehentikan perlombaan pembangunan kawasan komerisal dan secara bertahap 
merelokasinya ke luar jakarta. Relokasi kawasan komersial ke luar jakarta 
selain akan mengurangi tekanan ekologi dan sosial pada jakarta juga perwujudan 
distribusi pembangunan secara adil. Ibarat manusia, jakarta telah mengalami 
problem kegemukan, maka solusinya adalah diet bukan membeli atau memakai baju 
yang lebih besar dari ukuran badannya. Reklamasi pantura jakarta dan juga 
pemabngunan jalan tol dalam kota (6 jalan tol dan jalan tol Bekasai, cawang dan 
kampung melayu-Becakayu) adalah seperti meyelesaikan probelem kegemukan badan 
dengan memakai baju yang lebih besar dari ukuran badan, jadi cuma
 kamuflase
dan tidak menyesaikan masalah.
  -CI-
  Sering saya denger seperti itu dan ideal solusi ya seperti itu mau tidak 
mau---dan solusi tersebut lebih bersifat jangka panjang, mungkin tiga tahun 
kedepen baru bisa dilakukan--itupun kalau ada political will dari pemerintah.
  Masalahnya adalah para nelayan ini lho yang sudah didepan mata..
  Makasih,
  


Cornelia Istiani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas Firdaus,

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, solusi apa yang sudah ditawarkan dan 
coba di implementasi terutama untuk kehidupan para nelayananya?

Makasih,
-CI-




         

       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke