Dear all Berdebat belum menjadi budaya di Indonesia ... di sekolah siswa tidak dilatih untuk berdebat ...bahkan jarang sekali siswa dirangsang untuk bicara ... yang ada menghafal dan DRILL untuk menjawab soal UN dan SPMB, mungkin karena itu kita jadi terbiasa berdebat dengan cara yang primitif, hajar-hajaran, gontok-gontokan atau menelikung dari belakang. Perdebatan akan makin mematangkan emosi dan kedewasaan seseorang.
Keep Fight Dedi Dwitagama Find me more at: http://dwitagama.blogspot.com/ http://trainerkita.blogspot.com/ http://dedidwitagama.wordpress.com/ (English Version) http://dedidwitagama.4t.com/ SMK Negeri 3 Jakarta - Siapkan Tenaga Kerja Bermutu Vocational Educational School on Business Manajemen Program Keahlian: Adm Perkantoran, Akuntansi, Penjualan Jl. Garuda 63 Kemayoran Jakarta Pusat (T) 62 21 4209629 - 62 21 42889104 (F) 62 21 4209629 (E) [EMAIL PROTECTED] (S) http://smk3jakarta.net On 4/30/07, cahyaning buana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear All, > > Sepertinya kebiasaan untuk berdiskusi, berdebat dan menerima pendapat > orang lain yang berbeda harus lebih sering di lakukan di Indonesia ini. > Terkadang, berdebat dan berbeda itu baik untuk mencari tahu persoalan > sesungguhnya yang terjadi. Mau pakai IQ, EQ atau SQ, saat diskusi hajar2an, > gontok2an, selama masih dalam forum dan tidak menjadi emosional sifatnya itu > wajar saja. Dan kedewasaan diri akan teruji di sini. Musuhan dalam forum > diskusi kan gak harus menjadi musuh secara personal dan emosional, kan...??? > > Regards, > Asri
