Yg perlu diklarifikasi dan disosialisasikan ke masyarakat adalah jasa apa yang kita bayar dari pembayaran internet lewat Telkom? Apakah DURASI/WAKTU mengakses Telkomnet ataukah BESAR PULSA/ MEMORY/ BANDWIDTH yg diakses.
Dengan logika awam menyikapi kenaikan di atas, apabila yg dibayar oleh konsumen adalah durasi, maka kenaikan bandwidth 15 kali sama artinya dengan penurunan biaya akses, sebab dengan durasi yang sama konsumen bisa mengakses data yg jauh lebih banyak (walaupun secara teknis, tidak bisa mencapai 15 kali lipat). Apabila yang dibayar oleh konsumen adalah besar pulsa/memory yang diakses, maka kenaikan bandwidth di atas sama artinya dengan kenaikan pembayaran akses internet lewat Telkom secara drastis. Untuk menentukan salah satu dari kedua pilihan, mana yang 'feasible' bagi Telkom, kita tinggal berpikir, apakah Telkom memilih untung lewat kenaikan pembayaran atau memilih penurunan harga langganan? Tetapi memang keterlaluan kok perbedaan jauh antara harga bandwidth di DN dan di LN. Maaf kalau ada kesalahan teknis (istilah, dsb). Salam --- In [email protected], "Paulus Tanuri" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kapasitas bandwidth telkom naik, perasaan saya ini antara senang, tapi juga > gundah. > Senang karena Telkom masih ada usaha untuk menaikkan pelayanannya. > Gundah, karena ini tidak menjamin Telkom mau menjual bandwidth dengan harga > yang lebih murah kepada Masyarakat.
