Pak Suhaimi,
Saya somasi Sampeyan! Saya tuntut Sampeyan membayar kerugian 0 Rupiah karena
mengobral nama saya (yang memang sudah obralan itu) di milis FPK. Permintaan
maaf harus dimuat di milis FPK selama 0 hari 0 jam! Hayo, teken, Jendral!
manneke
Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Selamat Ultah Pak.Menteri,
Haru rasanya saya membaca Penggalan Kisah Pendoa yang Pak Menteri bacakan.
Kalo boleh saya kaitkan dengan konsidi bangsa kita saat ini, sesungguhnya
seringkali saya/kita mendengar hal yang senada dengan itu, baik dalam Al Qur'an
maupun dalam Injil yang berbunyi "Tuhan tidak akan merobah nasib seseorang atau
suatu kaum atau bangsa, sampai seseorang itu atau suatu bangsa atau kaum itu
sendiri merobahnya"
Atau jangan-jangan karena yang membacanya adalah seorang Menteri ? he he he.
Anyway, saya jadi teringat akan diskusi yang cukup hangat antara miliser
faforit saya Pak.Manneke dengan beberapa kawan-kawan miliser beberapa waktu
yang lalu yang sayangnya saya dah lupa tofiknya apaaa..gitu ? yang saya ingat
intinya sich...yang saya tangkap dari diskusi itu adalah adanya perbedaan sudut
pandang antara katakanlah saya bersama kawan-kawan disatu sisi dengan
Pak.Manneke disisi lainya.
Kalo saya bersama kawan-kawan berpandangan Pemerintahlah yang harus menjadi
Motor penggerak sekaligus Pelaku utama dalam merobah bangsa ini menjadi lebih
baik, sebab karena itulah rakyat rela bayar pajak dll guna menggaji dan
memberikan fasilitas kepada Pemerintah, Tetapi sebaliknya sudut pandang
Pak.Manneke yang saya tangkap adalah kita akan sulit kalo mengharapkan itu
datangnya dari Pemerintah, namun akan terasa mudah kalo masing-masing dimulai
dari diri sendiri.
Sekali lagi Selamat Ultah Pak.Menteri, semoga Tuhan YME Allah SWT senantiasa
membimbing Pak.Menteri dalam memegang amanah sebagai seorang Menteri.
Pak'e Manneke mohon maap saya bawa-bawa sampean tanpa izin terlebih dahulu,
semoga sampean tidak mensomasi saya karenanya, he he he
Wassalam,
Suhaimi