Setuju Rekan Luka-igna,

Kakek saya seorang peladang berpindah, beberapa tahun menjelang
meninggalnya (saat meninggal usianya 105 tahun)hanya menitipkan satu
pesan pendek pada saya: " di manapun kamu berada, bersahabatlah dengan
alam, sebab itulah yang telah ku lakukan sampai umurku sepanjang ini."
Lalu dia melanjutkan, "hormatliah bumi ini, sama seperti kamu
menghormati ibumu. Ingatlah itu, sebagaimana telah ku ajarkan padamu
sejak usiamu masih kanak-kanak." Beberapa jam kemudian kakek saya
menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam senyum di sebuah gubug kami
di tengah ladang.

Dalam pandangan filsafat sederhana masyarakat Dayak (Suaid), langit
adalah ayah dan bumi adalah "ibu". Sebab dari bumilah lahir segala
makhluk hidup dan bumi pula yg "menyusui" segala makhluk hidup,
sehingga bisa memperoleh makanan. Bumi memberikan pangkuannya di mana
kita bisa diam dengan tenang dan damai.

Kejahatan yg kita lakukan terhadap bumi (alam) sama jahatnya dengan
kejahatan yg kita lakukan pada ibu kita. Dengan paham sederhananya,
masyarakat suku Dayak sangat percaya, bahwa setiap kejahatan yg
dilakukan terhadap ibu (bumi-alam) akan mendatangkan bencana. Bila ibu
dibuat sedih, ibu akan kurus karena sakit. Kalau ibu sakit dan kurus,
"susu" ibu (makanan) akan kering dan tidak kuat melindungi
anak-anaknya. Dan itu berarti bencana bagi anak-anak (manusia).
Pengaaran bijak itu terdapat dalam sebuah "bambai" (nyanyian)
masyarakat Dayak.

Menghindari bencana itu hanya bisa dilakukan dengan menghormati dan
bersahabat dengan ibu (alam). Persahabatan dengan alam itu dirayakan
setahun sekali, dalam adat sakral yang disebut "Muja Tanah", artinya
memuja bumi.

"Bumi dipuja, bumi dihormati, bumi diagungkan. Dari situ diharapkan
kemakmuran dan damai sejahtera akan disediakan oleh bumi bagi manusia.
Janganlah khawatir. Bumi memberikan cukup bagi manusia, asal manusia
tidak berebutan karena tamak..." pesan para leluhur Dayak dalam
"bambai" mereka.

Pesan itu berlaku universal bagi kita semua,anak-anak bumi ini.
Menjaga kelestarian alam adalah tugas kita semua.

Salam
Mulyadi

--- In [email protected], "luka_igna"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dengan kondisi alam yang semakin parah oleh karena kerusakan-
> kerusakan yang disebabkan oleh manusia. Sudah sepantasnya bila
> manusia ikut menjaga serta berperan aktif dalam pelestarian
> lingkungan alam. Dimana setiap masyrakat perlu diberikan penyuluhan-
> penyuluhan agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jangan
> sampai masyarakat tidak peduli terhadap lingkungannya sendiri,
> dimana dalampengamtan saya masyarakat masih sering membuang sampah
> sembarangan. Serta tidak adanya kesadaran bersih terhadap
> lingkungannya sendiri, itu dpat terlihat didaerah perumahan-
> perumahan warga yang tidak peduli trehdap alam. Serta pemerintah
> terkait perlu untuk turun tangan agar saling mahu-membahu mengatasi
> sampah.

Kirim email ke