Saya teringat era tahun 1971, dimana untuk pertama sekali saya masuk SMA di 
Tarutung (apakah ada juga rekan saya alumni sekampung?)dan seingatku, pada 
tahun tsb lah diterapkan uang SPP sebagai pengganti POMG (Mohon koreksi 
rekan-rekan >50 tahun).
Yang namanya SUmbangan, maka bersifat kerelaan dan disesuaikan dengan 
penghasilan Orangtua.

Kalau tidak salah uang SPP yang dikenakan kepada saya adalah sekitar Rp.860,00 
dan ini sama dengan SPP yang dikenakan kepada Antony (Ayahnya pemilik Foto 
Studio) dan lebih tinggi dari Boru Bangun (Ayahnya Komandan CPM). Lainnya yah 
sekitar Rp.300 an.
Ayah saya yang seorang Guru di SMP tentu saja protes (saya tidak tahu berapa 
gaji beliau saat itu) karena tidak mungkin Guru mengalahkan Komandan CPM 
(penggolongan Militer dan sipil juga tidak aku tahu).
Jawaban pak Tobing selaku Wakasek adalah sbb:
Dasar Pengenaan SPP sebesar itu adalah
* Ayahnya seorang PNS Golongan 3b
* kakaknya seorang dokter (walaupun gaji belum 100%
* Kakak iparnya seorang Hakim
* Abangnya seorang Mahasiswa Hukum di Jakarta,tentu uang Ayahnya banyak 
sehingga sanggup menyekolahkan (Kenyataan disekolahkan dan tinggal bersama Pak 
De)
* Abangnya seorang jaksa di Maumere
* Kakaknya ambil kursus Bahasa Jerman di Goethe (padahal calon baby sitter ke 
Negara Hitler)
* 2 orang abangnya siswa SMA kelas 2
* seorang adiknya siswi SMP kelas 1
Demikian runtutnya para pendidik waktu itu mempresentasikan keputusan mereka 
sehingga Ayahku merasa terhormat untuk membayarnya.
Pada saat ini cukup banyak tuntutan agar sekolah Gratis. Apakah kondisi saat 
ini sudah lebih parah dibanding tahun 71? Yang saya tahu, gaji pns sudah 
lumayan bagus dan tidak kalah dengan swasta (buktinya test calon pns sangat 
berlimpah sedang swasta kesulitan mencari SDM).
Ada lagi yang cukup menjengkelkan, yakni Membayar Buku Pelajaran juga dianggap 
pungutan.
Dan ini tidak hanya disampaikan oleh Orangtua. Pejabat di Dinas Pendidikan juga 
demikian, Kalangan Pers dan sebagian LSM juga beranggapan turunnya BOS berarti 
siwa tinggal melenggang.
Ruarrrrr Biasa
Dharma



? Email     :  [EMAIL PROTECTED]
ý Visit Us :   www.erlangga.co.id

  ----- Original Message -----
  From: kukuh kumara
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED]
  Sent: Wednesday, May 02, 2007 11:04 PM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Hardiknas: Dicari, Model Pendidikan yang 
Mendewasakan.

Kirim email ke