http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/04/utama/3503086.htm
============================

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (3/5)
malam, melakukan persiapan pengumuman perombakan kabinet kedua dalam
masa pemerintahannya di kediaman pribadinya di Puri Cikeas Indah,
Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Juru Bicara Kepresidenan Andi
Mallarangeng datang di Puri Cikeas Indah sekitar pukul 20.00. Sekitar
pukul 21.00 datang rombongan memakai sedan berpelat RI 11 (mobil dinas
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS), RI
12 (mobil dinas Menko Perekonomian Boediono), dan RI 14 yang biasa
dipakai Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie. Mobil itu kacanya
tertutup dan gelap sehingga tak diketahui siapa yang berada di dalamnya.

Namun, sesuai ketentuan, mobil dinas itu hanya boleh dipakai oleh
pejabat yang berhak. Selain itu, di sepanjang 100 meter jalan di depan
rumah Presiden, terparkir puluhan kendaraan lainnya.

Presiden berada di Cikeas sekembalinya dari kunjungan kerja delapan
hari ke Yogyakarta, Bali, dan Sulawesi Tengah, Rabu petang. Presiden
tidak bermalam di Istana Negara menjelang pengumuman perombakan kabinet.

Presiden hanya ke Kantor Presiden, Kamis siang, untuk menerima anggota
Komisi Penyiaran Indonesia, Dewan Pers, dan Menteri Luar Negeri Hassan
Wirajuda.

Seperti saat awal penentuan anggota Kabinet Indonesia Bersatu, Oktober
2004, Cikeas jadi pusat proses seleksi. Untuk menentukan 36 menteri
yang dilantik pada 20 Oktober 2004, Presiden perlu lima hari seleksi.
Sudi berperan menelepon calon menteri untuk bertemu Presiden.

Proses seleksi di Cikeas tidak dilakukan saat perombakan kabinet
pertama, yang diumumkan 5 Desember 2005 malam di Gedung Agung,
Yogyakarta. Saat itu perombakan kabinet terbatas meliputi tiga menteri
baru, tiga menteri lama dicopot, dan tiga menteri dirotasi posisinya.

Di Jakarta, sebelumnya, Andi Mallarangeng menyatakan, Presiden pasti
memberi tahu kepada setiap menteri yang akan diganti. Karena itu,
menteri diminta bersiap-siap di Jakarta bilamana sewaktu-waktu
dipanggil Presiden.

Andi tidak mau merinci kapan Presiden Yudhoyono akan mengumumkan
pergantian menteri sebab hari-hari ini adalah rentang masa janji
Presiden yang disampaikan seusai shalat Jumat sekitar dua pekan lalu
di halaman Istana Merdeka. Presiden dalam waktu dekat akan mengumumkan
pergantian kabinet terbatas atas sejumlah menterinya.

"Pokoknya dalam waktu dekat ini. Tunggu saja," ujar Andi. Tempat
pengumuman perombakan kabinet itu kemungkinan di Istana Negara.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto yang ditemui
terpisah mengakui sejak Minggu malam lalu sudah bersiap-siap di
Jakarta jika sewaktu-waktu dipanggil Presiden.

Namun, ia yakin Presiden Yudhoyono seorang yang cerdas sehingga bisa
menilai menteri yang dapat bekerja dan menunjukkan prestasi yang baik.
"Tetapi, saya siap apa pun. Jabatan itu amanah," ujar Sugiharto.

Sugiharto menambahkan, sebagai menteri, dia selama ini bekerja optimal
sehingga kementeriannya mampu meningkatkan kinerja puluhan BUMN yang
telah dikelolanya. "Semuanya bisa dilihat dalam laporan saya dan
sambutan Presiden tentang kemajuan BUMN pada BUMN Forum. Banyak ukuran
yang menyebutkan meningkatnya kinerja BUMN, seperti keuntungan naik
dari Rp 40 triliun ke Rp 54 triliun. Setoran BUMN ke APBN juga naik,"
paparnya.

Pertemuan lintas fraksi

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDI-P) Pramono Anung Wibowo, Kamis di Jakarta, menyesalkan
adanya pertemuan lintas fraksi DPR, Rabu lalu, yang antara lain
membahas perombakan Kabinet Indonesia Bersatu. Pertemuan itu semakin
menunjukkan ketidakdewasaan berpolitik. Dalam perombakan kabinet,
Presiden tidak boleh ditekan oleh siapa pun.

Fungsionaris Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, pun menyesalkan jika
pertemuan lintas fraksi DPR itu sampai menyebut nama menteri yang
harus diganti. Terlebih jika pernyataan itu terlontar dari pimpinan
partai politik pendukung Presiden Yudhoyono, yang paham perombakan
kabinet adalah hak prerogatif Presiden.

Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPR Lukman
Hakiem menambahkan, dalam sistem presidensial, perombakan kabinet
merupakan hak sepenuhnya Presiden. Jika Presiden membutuhkan masukan,
itu dapat dibicarakan dengan pimpinan partai politik, bukan dengan
fraksi yang merupakan alat parpol di parlemen.

Secara terpisah, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahry
Hamzah menilai perombakan kabinet harus dilakukan dalam kerangka
perbaikan kinerja pemerintahan dan kinerja koalisi. Itu sebabnya
Presiden harus berpegang pada kesepakatan yang ditandatangani dengan
tokoh PKS. Namun, hingga kini PKS tak pernah diajak membicarakan
dengan serius perombakan kabinet itu. (inu/har/dik/mam)



Kirim email ke