Jujur saja saya kecewa dengan adanya peristiwa ini, nama besar WWF Indonesia 
dan juga Toko Buku Aksara jadi tercoreng oleh salah satu oknum yang salah klik 
sehingga muncullah film porno...

Cuma yang jadi pemikiran saya....ada hal lucu disini...

> Dari awal
 >    terlihat ketidaksiapan
 >    kerja panitia, acara mulur, komputer serta LCD/layar
 >    lebar tidak berfungsi
 >    Dan lain-lain. Sehingga di tengah acara saat
 >    pergantian VCD penyuluhan,
 >    dimana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan
 >    seragam, petugas TB
 >    Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak
 >    perlu terjadi apabila
 >    telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu : memutar video
 >    porno rated XXX 

Apakah sang petugas ini tidak bisa membedakan folder yang khusus DVD/VCD room 
dengan folder di komputer...karena tidak mungkin kan folder film penyuluhan 
yang ada di VCD jadi 1 dengan folder film XXX....atau setidaknya bisa enggak 
sih membedakan judul file film untuk penayangan filmnya WWF dan film 
porno...kalau memakai logika...kok jadi terasa janggal....

Dan hal lucu kedua....secara sadar pasti lah panitia atau ortu atau pula guru 
(entah siapa) akan segera mencabut kabel laptop ke layar walau mungkin akan 
merusak komputer atau pun kabelnya....masa enggak ada satu pun orang yang sadar 
untuk melakukan hal ini? Sedangkan dari saksi penulis mengatakan bahwa ini 
berlangsung slama puluhan detik...mudahnya 20 detik aja nih..apa yah gk ada 
orang yang sadar gitu loh...

Coba kalau ini terjadi bukan di Indonesia tercinta ini...pasti berita ini dah 
heboh dan orang yang bersangkutan bakal kena pasal tuh....dan WWF Indonesia+TB 
Aksara bakal kena masalah juga tuh....

Lalu adakah tindakan hukum lebih lanjut dari peristiwa ini?

Salam,
Thomas


 >
 > firdaus cahyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 Dari milis tetangga...
 >
 >  Mungkin kawan2 WWF dapat memberikan penjelasan...
 >
 >    salam,
 >    Firdaus
 >    ------------ --------- --------- --------- --------- -------
 >    ------------ --------- --------- --------- --------- -------
 >    Redaksi Yth,
 >
 >    Mohon dimuat surat terlampir pada majalah Femina,
 >    untuk kepentingan bersama.
 >    Terima kasih
 >
 >    Salam,
 >
 >    D. Editjahyono
 >    Alamat : Jalan Mesjid Bendungan 12 rt02/07
 >    Cawang - Kramat jati, Jakarta 13630
 >    Telp (HP) : 0816-828052
 >    (R) : 021-7900930
 >    (K) : 021-5745686
 >    Email : [EMAIL PROTECTED] com
 >    KTP : 09.5405.310561. 0036
 >
 >    ------------ --------- --------- --------- ---------
 >    --------- -
 >    ------------ --------- --------- --------- ---------
 >    ---------
 >
 >    WWF & TB AKSARA PUTAR "FILM PANAS"
 >
 >    Saya adalah orang tua dari dua orang anak,
 >    masing-masing duduk di TK B (5th)
 >    Dan kelas 2 (7th) di sebuah sekolah TK&SD di Kemang,
 >    Jakarta Selatan.
 >    Sebagai bagian dari eks-kul, pada tgl 29 April 2007
 >    kedua anak saya tersebut
 >    memperoleh undangan dari sekolahnya untuk mengikuti
 >    workshop lingkungan
 >    hidup yang diselenggarakan TB Aksara bekerjasama
 >    dengan World Wildlife Fund
 >    (WWF) Indonesia, judulnya WWF-Aksara Goes Green,
 >    maksudnya kampanye
 >    penyadaran mengenai pemanasan bumi (global warming)
 >    guna menumbuhkan rasa
 >    cinta terhadap lingkungan hidup, serta memeliharanya
 >    sebagai sesuatu yang
 >    harus Kita pelihara demi semua yang tinggal
 >    didalamnya. Dituliskan di surat
 >    undangan bahwa kegiatan akan berupa bercerita,
 >    permainan, berdiskusi Dan
 >    membuat prakarya green project, Dan untuk kegiatan ini
 >    tidak dipungut biaya
 >    sama sekali.
 >
 >    Sebagai orang tua kami memang sangat senang bahwa Ada
 >    kegiatan positif
 >    semacam ini, paling tidak kami berpikir hal ini akan
 >    sangat berguna bagi
 >    masa depan anak-anak kami serta bumi Kita di masa
 >    depan. Kedua anak kami pun
 >    tampak begitu bersemangat untuk dapat mengikuti
 >    kegiatan tersebut, bahkan
 >    beberapa Hari sebelumnya mereka sudah mengumpulkan
 >    daun-daun kering sebagai
 >    materi prakarya.
 >
 >    Saat Hari H, kami sekeluarga lengkap pergi ke acara
 >    tersebut dengan harapan
 >    selain memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan
 >    positif bagi keluarga kami.
 >    Tetapi justru di sini awal bencana terjadi. Dari awal
 >    terlihat ketidaksiapan
 >    kerja panitia, acara mulur, komputer serta LCD/layar
 >    lebar tidak berfungsi
 >    Dan lain-lain. Sehingga di tengah acara saat
 >    pergantian VCD penyuluhan,
 >    dimana terdapat beberapa orang dari WWF lengkap dengan
 >    seragam, petugas TB
 >    Aksara melakukan kesalahan fatal yang sangat tidak
 >    perlu terjadi apabila
 >    telah dipersiapkan sebelumnya, yaitu : memutar video
 >    porno rated XXX (maaf
 >    tidak dapat kami ceritakan di sini) yang filenya
 >    kebetulan berada di dalam
 >    komputer Dan salah klik oleh petugas. Selama puluhan
 >    detik adegan tersebut
 >    ditayangkan pada layar lebar Dan lengkap disaksikan
 >    oleh guru-guru, petugas
 >    WWF Dan TB Aksara juga tentunya.. Puluhan siswa TK
 >    serta SD beserta orangtua
 >    masing-masing sampai (maaf) adegan pemeran film
 >    ejakulasi. Coba bayangkan.
 >    !
 >
 >    Kepanikan terjadi, wajah-wajah pucat pun terlihat, Ada
 >    beberapa anak yang
 >    menjerit, tapi Ada pula yang bertepuktangan, Dan untuk
 >    beberapa saat acara
 >    sempat terhenti. Banyak dari kami termasuk petugas
 >    (seperti telah diterka)
 >    yang terkesima Dan tak berbuat sesuatu, sampai salah
 >    seorang petugas mencoba
 >    mematikan komputer tersebut (bila anda mengerti cara
 >    kerja kompter, pasti
 >    paham bahwa komputer memerlukan beberapa detik untuk
 >    off, alias tidak
 >    langsung mati)
 >
 >    Setelah kejadian tersebut, memang baik video WWF
 >    maupun video porno tidak
 >    tayang sama sekali. Setelah saling menyalahkan antara
 >    pihak WWF Dan TB
 >    Aksara, salah seorang staf TB Aksara mengumpulkan para
 >    orangtua murid seraya
 >    meminta maaf Dan menyampaikan bahwa hal ini terjadi
 >    karena "kecelakaan"
 >    tanpa didampingi oleh pihak WWF (karena menurut
 >    mereka, laptop milik salah
 >    satu staf TB Aksara serta yang mengundang adalah TB
 >    Aksara).
 >    Sampai di sini, kami memang sangat menyesalkan
 >    kejadian tersebut, Dan
 >    tinggal pertanyaan dari kami sebagai salah satu
 >    orangtua murid yang hadir .
 >
 >    WWF sebagai sebuah organisasi dunia professional yang
 >    setiap saat tanpa
 >    henti melakukan penyuluhan Dan presentasi, apakah
 >    tidak pernah melakukan
 >    persiapan secara matang seperti layaknya apabila
 >    hendak melakukan sebuah
 >    presentasi? Misal: peralatan yang compatible (bukan
 >    alasan yang masuk akal
 >    bila hal ini dinyatakan sebagai sebuah kecelakaan
 >    seperti kata mereka,
 >    karena komputer yang Ada tidak compatible dengan DVD
 >    kata petugas sehingga
 >    harus mencari pinjaman laptop dari orang lain) padahal
 >    menurut kami ini
 >    lebih pada kelalaian petugas (atau malah faktor
 >    kesengajaan) ?
 >    Apakah mereka menganggap hal ini sepele, sehingga
 >    jawaban dari petugas (yang
 >    cukup membuat kami terkejut) yaitu tidak perlu dibahas
 >    dengan anak-anak,
 >    mari Kita berharap bahwa anak-anak tersebut tidak akan
 >    menyimpan dalam
 >    memori otak masing-masing tentang hal yang telah
 >    mereka lihat pada tayangan
 >    di layar lebar tersebut? Coba bayangkan apabila para
 >    petugas tersebut berada
 >    pada posisi kami, yaitu memiliki anak di bawah umur (5
 >    Dan 7 tahun) yang
 >    kedapatan menonton film porno, apa kira-kira reaksi
 >    anda?
 >    Presentasi penyuluhan yang disampaikan bagi
 >    siswa-siswi SD yang menggunakan
 >    bahasa Inggris secara penuh tanpa sepatah katapun
 >    bahasa Indonesia lengkap
 >    dengan istilah-istilah ilmiah, yang membuat banyak
 >    siswa tidak mendengarkan
 >    sama sekali Dan mengerjakan hal lain karena mungkin
 >    menurut penceramah
 >    "lebih gaya" (padahal mereka orang asli Indonesia,
 >    menurut tebakan saya)
 >    serta tidak perlu memperhatikan yang tidak gaya karena
 >    tidak dapat berbahasa
 >    Inggris?
 >
 >    Saat kami pancing anak kami menceritakan pendapat
 >    tentang acara WWF Dan TB
 >    Aksara, anak kami yang kecil cuma berkomentar bahwa
 >    Ada seorang perempuan
 >    tanpa busana yang (maaf) mukanya penuh ingus.
 >    Bagaimana cara menjelaskan kepada anak-anak kami?
 >    Bagaimana mengatasi hal ini baik dari sisi pendidikan,
 >    psikologi, hukum, dll
 >    ?
 >
 >    Mohon kiranya bantuan serta perhatian dari yang
 >    berwenang : WWF, TB Aksara,
 >    para pakar pendidikan, pakar psikolog anak, pihak
 >    berwajib/kepolisian , hukum
 >    para orangtua Dan yang berkepentingan bagaimanakah hal
 >    ini bisa dihindari
 >    Dan menanggulangi bersama?
 >    World Wildlife bukan berarti hidup liar Dan pergaulan
 >    bebas kan?
 >    Global warming tidak sama dengan film Bumi makin panas
 >    kan?
 >
 >    Edi T
 >    Jalan Mesjid 12 Cawang
 >    Jakarta Timur 13630
 

Kirim email ke