Rekan Satrio,

 

Lepas dari benar atau tidak

Lepas dari baik atau buruk

Lepas dari etis atau tidak etis

Lepas dari kaya atau miskin

Lepas dari Bule atau Indonesia

 

Mohon kiranya untuk lebih mengontrol diri, apakah kita ingin dicap seperti
Sheldon Archer yang dengan seenaknya berbicara begitu tentang Indonesia
sedangkan cara penyampaian anda pun terkesan menyudutkan dan menghujat
dengan kata2 tidak pantas, alangkah baiknya masalah dilempar ke forum
diskusi dengan kata2 yang pantas, sudah saatnya kita tidak hanya menghakimi
orang lain tapi kita instropeksi diri agar hal seperti Sheldon tidak dialami
lagi.

 

Mohon maaf kalau ada kata2 yang tidak berkenan, sekedar menciptakan forum
diskusi yang hangat dan berguna tanpa menjelekkan atau menghujat seseorang

 

Regards,

 

 

Radius Arbian

   _____  

From: bodo_kerlchen [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, May 08, 2007 10:38 AM
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Aksi Nista si Bule Bangkotan di Jakarta
Post

 

Rekan Satrio,
Yes .. anda benar. Saya pun merasa sangat sangat prihatin dengan 
fakta ini. Dua masalah pokok yang anda juga sudah memahaminya, yaitu 
kondisi njomplangnya si miskin dan si kaya. Walaupun dinegaranya 
mereka itu tidak tergolong "kaya" tapi untuk ukuran kebanyakan 
rakyat kita kemampuan financial mereka itu tergolong "mantap". 
Masalah kedua, adalah kultur budaya kita yang masih membentuk kaum 
wanita kurang percaya diri yang pada akhirnya menghayati (tanpa 
sadar) fungsi "nrimo" dan "melayani" serta menggantungkan nasib pada 
kaum pria. Hal ini yang sudah sejak beberapa generasi berhasil 
ditinggalkan oleh masyarakat di Eropa. Namun secara "instinktif" 
masih tetap banyak pria sana yang merasa nyaman "dilayani", terutama 
disaat akhir hidupnya yang relative "sepi" dan tidak lagi terlalu 
membutuhkan partner yang sifatnya "saling mengisi" dalam menjalankan 
hidup. Namun terlepas dari itu semua, saya pun berpendapat bahwa 
cara-cara dan tulisan-tulisan yang anda tunjukkan tersebut sangat 
tidak etis dan cenderung "merendahkan"-. Tambah memprihatinkan lagi, 
media masa (mungkin) yang terbesar dinegri ini yang dikonsumsi oleh 
warga asing disini, telah membuktikan "ketidak mampuan" nya untuk 
menyortir "tulisan", dengan kata lain, besarnya bayaran sangat 
menentukan isi berita yang dimuat. Jadi perbedaan "Iklan" 
dan "Berita" akan hilang dengan Uang. Memuakkan, dan menggeramkan!-!
Salam,
Bodo

Kirim email ke