http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/09/utama/3521718.htm
========================

Jakarta, Kompas - Partai Golongan Karya menyatakan terima kasih kepada
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menambah satu lagi
kadernya dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Andi
Mattalatta sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Berbicara kepada pers, seusai memimpin rapat konsolidasi Dewan
Pimpinan Pusat Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta,
Selasa (8/5), Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, yang juga
Wakil Presiden RI, menyatakan, partai-partai lainnya yang menjadi
pendukung pemerintahan Presiden Yudhoyono, tidak ada yang bertambah.

Sebelumnya kader Partai Golkar yang menjadi menteri hanya tiga, yakni
Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah
Suzetta. Kini, menjadi empat orang.

"Dengan penambahan itu, Golkar harus bekerja sungguh-sungguh untuk
menjalankan dan menjaga agar kebijakan pemerintah itu betul-betul
sampai ke rakyat," ujar Wapres,

Sementara itu kemarin, usai menghadap presiden di kantor kepresidenan,
Jakarta, Hatta Radjasa yang ditunjuk Presiden menjadi Menteri
Sekretaris Negara menegaskan, Sekretariat Negara berfungsi melayani
Presiden dan Wakil Presiden dan seluruh fungsi-fungsi kepresidenan.
Tiga perintah Presiden akan jadi agenda kerja Sekretariat Negara yang
dipimpinnya setelah pelantikan, Rabu (9/5) siang.

Tiga perintah Presiden yang akan dilaksanakan adalah, pertama,
melakukan penataan, penertiban, dan inventarisasi aset-aset negara,
baik dalam pembukuan dan pengelolaan. Kedua, harmonisasi hubungan
antarlembaga dan lembaga dengan Presiden. Ketiga, mempercepat seluruh
peraturan pemerintah yang merupakan turunan undang-undang.

Sementara itu kemarin usai pertemuan dengan anggota F-PPP DPR di
gedung DPR Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma
Ali yang menjabat Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, mengakui
pihaknya kecewa karena kadernya terpental dari kabinet. Namun,
ditegaskan PPP tidak akan menjadi partai oposisi. Sikap PPP adalah
mendukung pemerintah namun tetap kritis.

Hari Sabtu (5/5) di kantor pusat PPP Jalan Diponegoro, Jakarta, Wakil
Sekjen DPP PPP Romahurmuziy mengatakan, PPP menolak jika kadernya
diganti. Jika diganti, katanya, PPP akan mengkaji ulang dukungannya
terhadap pemerintahan Yudhoyono. Saifullah Yusuf (Wakil Ketua Majelis
Pertimbangan Pusat PPP) dicopot dari Menteri Percepatan Pembangunan
Daerah tertinggal karena masalah legitimasi partai.

Romahurmuziy semalam mengakui adanya sikap yang melunak di PPP. "Itu
suatu dinamika suasana dalam partai," ujarnya.

Kemarin Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR Mahfudz
Siddiq secara terpisah mengharapkan publik dan media menghentikan
polemik tentang perombakan kabinet.

GP Ansor Protes

Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Malik Haramain di Jakarta,
menyatakan, Ansor menyesalkan tindakan Presiden mencopot Ketua Umum GP
Ansor Saifullah Yusuf dari kabinet.

"Ansor sangat menyesalkan tindakan Yudhoyono, mencopot Gus Ipul
(panggilan akrab Saifullah, red) karena tidak berdasarkan kinerja dan
profesionalitas, tapi hanya berdasarkan tekanan politik semata," ujar
Malik Haramain. (HAR/dik/INU)



Kirim email ke