jangan pasrah mbak Ida... selagi bisa diupayakan mengapa tidak... Allah tidak mengubah nasib sebuah kaum jika tidak mengubahnya...
aku percaya itu... NB: Rio apa kabar? aku skrg di bandung... senang bisa menyapa anda lagi ----- Original Message ----- From: "ida mawardi" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Wednesday, May 09, 2007 5:38 PM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Balada Upah Layak Bagi Jurnalis > aku tak merasa aneh ats cerita nyata temen kita ini. > Karena, aku juga merasakan hal itu > Yah, bagaimana lagi, mungkin itu rezeki yang diberikan Tuhan kepada kita > kaum wartawan. > Kalau kita meminta perbaikan upah, biasanya ada dua tawaran: mau masih > bekerja atau cari pekerjaan lain yang upahnya lebih bagus. > kalau sudah begini apa yang bisa kita khususnya aku yang udah tua ini > lakukan, selain menerima keadaan. > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: "Yusrianti Y.Pontodjaf" <yuspontodjaf@ yahoo.co. id> > Reply-To: <jurnalis_jakarta@ yahoogroups. com.au> > Date: Tue, 1 May 2007 11:18:46 +0700 (ICT) > To: <jurnalis_jakarta@ yahoogroups. com.au> > Subject: [jurnalis_jakarta] Renungan ...Upah Layak bagi Yusman > > Ballada Upah Layak bagi Jurnalis > > Tadi malam entah mengapa, saya ingat nasib Yusman, redaktur saya di Berita > Kota Makassar. Usianya sekira 40 tahun saat itu. Ia bapak dari tiga anak > yang cerdas dan lucu, suami dari istri yang masih muda dan cantik. > > Ayah Yusman, Hasan namanya. Hasan juga wartawan dan terakhir saya bertemu, > ia (masih setia) jadi wartawan berposko di Pengadilan Negeri makassar. > Hasan > membesarkan Yusman dari honor sebagai wartawan. Dan Yusman juga bertekad > membesarkan tiga anaknya dari honor sebagai wartawan. > > Kebutuhan sehari hari makin meningkat, biaya sekolah juga makin mahal. > Hasan > mulai sakit sakitan dan Yusman coab mengambil alih semua tanggungjawab > keluarga besar itu. Saya tahu karena sesekali saya ikut dalam kegembiraan > dan kesedihan keluarga itu di sebuah lorong sempit Jalan Gunung > Lompobattang > sana. Rumah sempit ditambah satu ponakan yang sudah yatim. Yusman harus > memberi makan paling tidak 8 orang setiap hari, biaya sekolah dan > lain-lain. >
