Usia Kompas memang tak muda lagi.
  Usia tak muda mestinya tambah matang.
  Bagaimana Kompas ?
   
  

Maulana Raja Aisyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Tulisan Muhammad Qodari, Tafsir "Reshuffle" Jilid II (Kompas, Rabu, 9 
Maret 2007) di samping telat, juga data LSI, Maret 2004 salah fatal, seharusnya 
Maret 2007. Sebagai orang yang pernah bergulat di LSI seharusnya Qodari jeli. 
Kalaupun Qodari salah tulis seharusnya redaktur Opini KOMPAS bisa 
membetulkannya, atau.....

Saya katakan artikel ini telat karena kalau membaca lead atau paragraf awal dan 
kedua, artikel ini jelas ditulis sebelum reshuffle diumumkan (senin pagi, 7/5). 
Keterlambatan artikel ini diperparah oleh KOMPAS yang memuatnya pada hari Rabu, 
9/5. Jadi artikel ini sudah telat dipertelat lagi oleh KOMPAS. Semoga KOMPAS 
yang semakin tua tidak semakin renta dan lupa diri. KOMPAS seharusnya semakin 
cerdas untuk menelaah setiap artikel yang dimuat. 

Kritik ini saya sampaikan karena terus terang pada awalnya artikel-artikel 
opini KOMPAS sering saya jadikan rujukan. Tapi kalau begini, dan kesalahan ini 
bukan sekali ini saja, di mata saya derajat artikel-artikel KOMPAS semakin tak 
bermakna dan bisa menyesatkan masyarakat awam.

salam

raja
pelanggan setia KOMPAS

--- Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> Oleh Muhammad Qodari
>
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/09/opini/3521297.htm
> =========================
> 
> Hingga Senin (7/5/2007) pagi, peta reshuffle telah
> mengerucut pada
> pergeseran tujuh menteri dan setingkat menteri:
> Menteri Sekretaris
> Negara, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perhubungan,
> Menteri Komunikasi
> dan Informatika, Menteri Negara Badan Usaha Milik
> Negara, Menteri
> Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan
> Jaksa Agung.

Kirim email ke