atou mungkin: WHICH REVOLUTION? gitu kira-kira. revolusi yang kayak apa, en yang gimana? atau repotnasi. naah, kalou semua orang udeh repotnasi itulah, barangkali revolusi bakalan datang. tapi, itu mungkin. sebab, pola konsumsi yang berubah bikin gerakan sosial juga berubah. kalou banyak orang udeh seneng sama itu roti, hamburger, pizza, mereka gak repotnasi lagi. yang ada amerikanisasi. en katanya banyuwaaak banget orang yang setuju, terutama yang di senayan itu, juga yang di partei-partei itu. lihat saja itu pertambangan minyak, en pertambangan laennya, tetep disetujui. en nusantara tetep jadi sapi perahan: diperah oleh bangsanya sendiri en oleh bangsa laen. en dengan amerikanisasi juga orang seneng lantaran bakalan jadi kayak orang holywood. lha kalou beckham saja pindah ke emberikan, kenapa pula orang nusantara nggak ngiler sama itu emberikan? kayaknya gitu. tengkyu en salam hot (tanpa dog!): halim hd.
--- fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Apa maksudnya hipokrit Mas? > Bisa dijelaskan lebih jauh? > > Saya kok tidak melihat bahwa orang yang kritis tapi > tidak setuju > revolusi itu adalah hipokrit... > > Kenapa semua harus setuju revolusi? > > Ini pendapat saya: > Manusia itu intinya sama. Dia akan melakukan sesuatu > berdasarkan > insentif. Revolusi bisa terjadi jika keuntungan yang > didapat setelah > revolusi minus biaya revolusi > keuntungan yang > didapat tanpa revolusi > (status quo). > > Jadi tenang saja. Kalau dominan rakyat berpikir > revolusi akan > menguntungkan maka revolusi akan terjadi. Tetapi > sebaliknya kalau > rakyat berpikir revolusi akan memperburuk keadaan, > tidak akan terjadi. > > Bukan soal hipokrit. Hipokrit itu kalau saya bilang > saya setuju > revolusi tapi saya tidak melakukan usaha sungguh2 ke > arah itu. Nah > yang berani ngomong pro-revolusi, sudahkah melakukan > usaha sungguh2? > Siapa yang hipokrit? > > > > salam, > > fau >
