Menara Danamon di Jl. Jend Sudirman yang sekarang telah dibeli Grup
Sampoerna menjadi Sampoerna Strategic Square, dahulu adalah salah satu
gedung yang saya sukai karena desainnya memanjakan pedestrian. 

1. Gedungnya menyatu dengan pedestrian di sekelilingnya, tanpa pagar
pembatas, dan lebarnya sangatlah memadai dan nyaman.

2. Gedungnya terdapat plaza terbuka yang luas dan menyatu dengan
pedestrian, siapapun mau itu penghuni gedung atau bukan dapat
menikmati plaza luas tersebut.

Sejak dibeli Sampoerna, sepertinya hal2 diatas akan menjadi kenangan.
Karena sebagian developer properti Indonesia lebih mengutamakan MOBIL
daripada pedestrian lebih utama alasan IMAGE. Proyek pedestrian lebar
termasuk rencana dan impian pemprop, sayang yang menghambat justru
pengelola gedungnya. Contohnya waktu proyek pelebaran di Jl. Thamrin,
banyak yang menolak, sehingga yang berani memulai baru gedung2
pemerintah (Gedung Depag, dan BPPT). 

Lihat saja Senayan City, salah satu mal bergengsi di bilangan Senayan,
tempat drop offnya 10 kali lebih lebar daripada pedestriannya. Mobil
itu memang gengsi tersendiri. Pejalan kaki, sorry minggir dulu!
(Inilah Jakarta)


p


--- In [email protected], "Agus Hamonangan"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oleh Caesar Alexey
> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/11/sorotan/3524300.htm
> ====================
> 
> Ratusan orang terus berjalan lalu lalang dengan santai meskipun
> matahari bersinar terik di atas Jalan Orchard pada pukul 13.00 waktu
> Singapura atau 12.00 WIB. Teduhnya lindungan bayang-bayang pohon-pohon
> trembesi yang berbentuk seperti payung dan udara dingin yang tersembur
> keluar dari pertokoan membuat panasnya udara tidak terlalu terasa.
> 
> Jalur pedestrian atau tempat berjalan kaki di Jalan Orchard dan
> jalan-jalan lain di Singapura menyatu dengan teras dari pertokoan,
> mal, atau hotel. Tidak ada pagar pembatas yang menghalangi masyarakat
> bukan pembeli untuk sekadar lewat atau menonton pajangan barang-barang
> di dalam toko. Semuanya bebas melintas.
> 
> Bentuk jalur pedestrian yang ada sangat bersahabat bagi pejalan kaki
> dan penyandang cacat. Ketinggian antara jalan raya dan jalur
> pedestrian hanya sekitar dua sampai tiga sentimeter sehingga para
> pejalan kaki dan penyandang cacat tidak perlu bersusah payah naik dari
> jalan raya ke jalur pedestrian atau sebaliknya. Sangat memanusiakan
> manusia.
> 
> Selain itu, lebar jalur pedestrian dari dinding pertokoan sampai ke
> jalan mencapai 10 meter sampai 50 meter sehingga tidak pernah menjadi
> terlalu sempit sampai orang harus turun ke jalan karena jalanan tidak
> cukup.
> 
> Tempat berjalan kaki juga tidak disesaki oleh para pedagang kaki lima,
> gerobak rokok, atau sampah. Jalur pedestrian benar-benar milik para
> pejalan kaki. Tidak ada sepeda motor yang berani melewati jalur
> pedestrian.
> 
> Di sekitar Lucky Plaza terdapat beberapa pedagang yang menggelar
> dagangannya sedikit keluar toko sehingga terbentuk ruang pedestrian,
> antara bagian toko utama dan pajangan dagangan. Beberapa pedagang
> kecil juga membuka semacam counter untuk berjualan minuman jus,
> aksesori, cendera mata, dan es krim. Namun, penggunaan ruang pedagang
> kecil sangat teratur dan tidak melebihi batas sehingga ruang bagi para
> pejalan kaki masih tersisa banyak.
> 
> Suhu udara yang tidak terlalu panas membuat para pejalan kaki tidak
> mudah lelah. Masyarakat asli Singapura biasanya sering berjalan dengan
> cepat. Frekuensi langkah kaki mereka dua kali dari para pendatang yang
> sukanya berjalan pelan sambil melihat-lihat barang dagangan.
> 
> Namun, jika lelah setelah berjalan, Pemerintah Singapura menyediakan
> banyak kursi di perbatasan antara jalan dan jalur pedestrian. Sambil
> duduk, para pejalan kaki biasanya sambil minum jus atau merokok.
> Merokok di tempat terbuka umum menjadi pilihan utama para perokok
> karena di dalam gedung tidak diizinkan merokok.
> 
> "Pemerintah memang sengaja membuat semua jalur pedestrian menjadi
> nyaman dan bersahabat agar masyarakat lebih memilih berjalan kaki
> daripada naik kendaraan. Selain itu, dengan berjalan kaki, turis akan
> berbelanja lebih banyak karena memiliki kesempatan lebih dekat dengan
> etalase pertokoan," kata Nuraini, salah satu pejabat di Kementerian
> Informasi, Komunikasi, dan Seni Singapura.
> 
> Aman dan bersih
> 
> Kondisi yang nyaman seperti itu dapat ditemui hampir di semua jalan di
> Singapura. Selain nyaman, Singapura juga merupakan kota yang aman.
> Angka pencurian, penjambretan, dan pelecehan seksual di jalanan nyaris
> tidak ada.
> 
> Para pejalan kaki dapat melenggang dengan santai. Tidak ada pejalan
> kaki yang memasang tas ransel di depan untuk menghindari pencopet.
> Tidak ada pula yang sering memeriksa kantong celana untuk meyakinkan
> diri dompet masih pada tempatnya.
> 
> Terjaminnya keamanan dan nyaris tidak adanya pemuda "iseng" di jalur
> pedestrian Singapura membuat banyak gadis tidak canggung-canggung
> untuk memakai baju yang agak terbuka atau rok supermini.
> Pakaian-pakaian kasual dan resmi hasil rancangan para perancang busana
> pun banyak dipakai para gadis tanpa ada orang yang bersiul atau
> memelototi atau memberi gangguan psikologis lainnya.
> 
> Pada saat jam berangkat dan pulang kerja, jalur pedestrian menjadi
> semacam panggung peragaan busana skala besar. Kondisi yang membuat
> bisnis busana berkembang pesat di Singapura.
> 
> "Kami merasa aman dan nyaman berjalan di jalur pedestrian, bahkan di
> malam hari. Rasa aman dan nyaman itu yang membuat kami tidak ragu
> untuk berpakaian modis dan terkadang seksi," kata Diana Lie, warga
> Singapura yang ditemui di Jalan Stamford.
> 
> Untuk menuju ke tempat- tempat yang diinginkan, para pejalan kaki
> dimanjakan dengan berbagai petunjuk arah dan fasilitas penyeberangan.
> Hampir tidak ada jembatan penyeberangan orang yang tinggi dan
melelahkan.
>


Kirim email ke