antara samin dengan gerakan gandhi BUKAN ribuan tahun
jaraknya. hanya beda beberapa dekade. dan gandhi
berakar pada tradisi yang ada di lingkungannya yang
telah ribuan tahun berakar dalam masyarakat india.
ada baiknya kita memandang samin dengan tidak/bukan
bersikap narsistik.
yang menarik pertanyaan las siregar, bisakah ajaran
samin diterapkan di luar lingkungan sosialnya. saya
agak ragu. tapi mungmin dari samin kita bisa belajar
dan menjadikan hal itu sebagai inspirasi bagi hidup
kita: menolong dan menghargai orang lain, misalnya,
atau memotong bentuk-bentuk ketergantungan dari sistem
produksi. yang terakhir ini agak sulit. sistem ekonomi
kita, dan mereka yang hidup diperkotaan, rasanya
sepenuhnya sangat ter/di-gantung oleh sistem produksi
global.
masyarakat seperti samin bukan hanya di jawa saja. di
mexico juga ada indian mixtec, dan masih banyak
masyarakat seperti itu di amerika latina, yang
cenderung dihancurkan sejak beberapa abad yang lampau
oleh spanyol dan terakhir di hancurkan oleh kekuatan
amerika serikat. hal itu karena potensi pertambangan
dan perkebunan kopi dan kapas. bagi masyarakat indian,
semua yang ada di bumi milik semua orang. setiap
kebutuhan hanya  diambil menurut kebutuhan saat itu
saja. tidak boleh berlebihan. siapa yang mengambil
lebih, itu tindakan kriminal yang berat. hukumannnya
berupa cemooh, didiamkan, dan yang paling keras
diasingkan. 
tanah, kebun, lembu, sapi, hutan, semua milik untuk
semua orang. dan kapitalisme amerika serikat jelas
tidak menerima itu. maka perusahaan amerika s erikat
berbondong-bondong membiayai tentara, dan menciptakan
sistem peperangan yang paling kotor di dunia di
guatemala, yang juga diterapkan di vietnam, indonesia
dan berbagai penjuru dunia lainnya, disamping di
amerika latina sendiri, demi perusahaan amerika
serikat. jatuh bangun sistem pemerintahan di amerika
latina ter/di-gantungkan kepada  arah mana perusahaan
itu menentukan policynya, seperti juga harga kopi,
kapas dan hasil pertambangan, semunya ditentukan di
amerika serikat. 
maka jika kita sekarang membaca tentang evo morales,
hugo chaves, danial ortega, dan sangat mungkin
september nanti rigoberta menchu, peraih nobvel
perdamaian akan mencalonkan diri sebagai presiden,
sangat menarik arah politik dan ekonomi di amerika
latina: mereka berani berhadapan dengan amerika
serikat dan ratusan perusahaan yang selama s ea bad
lebih mengangkangi bumi yang mereka pijak.
soal yang kini kita hadapi: adakah pengelola negera
dan nusantara ini berani berhadapan dengan amerika
serikat, biang kerok itu? mungkin berani. tapi, ada
soal lain, begitu banyak agen amerika di militer, di
dalam partai, di lingkungan pengusaha, dan tentunya
juga di lingkungan media massa yang bisa bikin opini
dan arah ke mana angin akan bertiup.
dan anda mau meniup angin kemana? atau cukup saja kita
bersiul mengiringi nyiur melambai? numpang tanya: apa
masih ada nyiur melambai di pantai?
salam:
halim hd.


--- walsuparmo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Salam,
> Gerakan Samin  berakar pada kepercayaan asli dari
> leluhur kita,
> apakah itu KEJAWEN,SUNDA WIWITAN dsb.
> Intinya adalah MEMPERTAHANKAN  diri terhadap
> serangan dari bangsa 
> asing atau dari luar nusantara baik besifat AGAMA
> maupun POLITIS, 
> TANPA bersikaf AGRESIF.Sedikit banyak dapat
> disamakan dengan sikap 
> NON VIOLENT dari Gandhi namun, heran ribuan tahun
> lebih dulu dari 
> gerakan ini.Banggalah  yang masih dapat mempunyai
> sisa kebanggaan, 
> untuk menjadi orang (sekarang Indonesia) asli
> meskipun dari 
> berberbagai suku.
> Wasalam,
> Wal Suparmo

Kirim email ke