Rekan-rekan FPK, Moga-moga tekad Pemerintah ini bisa dipertahankan sampai akhir masa tugasnya.
Saat ini harga bensin internasional sedang merambat naik. Puncaknya adalah pada bulan Juni s/d Agustus nanti saat demand akan bensin mencapai puncaknya. Faktor-faktor utama penyebab mahalnya harga bensin international adalah kurangnya kapasitas kilang minyak dunia dan sikap OPEC yang menolak (atau tidak sanggup?) untuk menambah jumlah produksi minyak mentahnya. Berita lengkapnya bisa dilihat di : http://futures.fxstreet.com/Futures/news/afx/ singleNew.asp?menu=latestnews&pv_noticia=1178876800-48fe0f08-26994 Kelangkaan BBM di Bali+Lombok baru-baru ini menunjukkan betapa rentannya ketahanan pasokan BBM Indonesia yang mengandalkan BBM Impor dari Singapura. Berita lengkapnya bisa dilihat di : http://www.kompas.co.id/ver1/Nusantara/0705/12/100346.htm Bahaya yang mengancam bukan hanya pada masalah harga bensinnya yang bisa melambung tinggi tetapi juga pada apakah pasokan BBM impor ini bisa terjamin mengingat kapasitas kilang minyak dunia tidak bisa mengimbangi tingginya demand? Semoga Pemerintah tidak hanya punya tekad tapi sudah mempunyai program yang jelas menyongsong bulan Juni s/d Agustus agar kelangkaan BBM di Bali+Lombok tidak terjadi lagi. Mungkin Pemerintah bisa meniru program pembatasan BBM yang dilakukan oleh Pemerintah Iran sebagai Plan B. Berita lengkapnya bisa dilihat di : http://news.yahoo.com/s/nm/20070511/wl_nm/ energy_iea_iran_dc_1;_ylt=AvaJo2j_MjhMk_zA6rwOXC2AsnsA Best Regards, Rudyanto --- In [email protected], "Rosalina Kurniawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM hingga 2009 > > > > Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan bahwa > pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 2009. > > > > "Pokoknya sampai akhir masa tugas (Pemerintahan Yudhoyono/Jusuf Kalla) 2009 > tidak akan menaikkan harga BBM," kata Wapres M Jusuf Kalla pada kampanye > konversi minyak tanah ke LPG di Jakarta, Selasa. > > > > Wapres menjelaskan ketika terjadi kenaikan harga BBM Oktober 2005 ada > pertanyaan dari Presiden apakah kita masih bisa memberikan subsidi lebih > tinggi. Namun ternyata tidak bisa lagi, dan apakah dengan demikian akan > dinaikkan lagi harga BBM. Jawabannya tidak bisa lagi. > > > > "Nah bagaimana solusinya?. Harus turunkan harga sekaligus turunkan subsidi > dan perbaiki keadaan masyarakat," kata Wapres. > > > > Karena itu yang terpikir adalah mengganti minyak tanah dengan briket > batubara. Namun dalam perjalanannya briket batubara ternyata tidak praktis, > susah dibawanya dan tidak sehat serta berbahaya bagi lingkungan. > > > > "Pemikiran berikutnya menggunakan LPG. Namun untuk bisa efisien harus > dilakukan investasi besar-besaran," kata Wapres. > > > > Karena itulah program konversi minyak tanah ke LPG diperlukan kampanye > besar-besaran selama tiga atau empat tahun untuk mensukseskan program > konversi minyak tanah ke LPG. > > > > "Dibutuhkan kampanye besar-besaran sekitar tiga atau empat tahun untuk > sukseskan konversi minyak tanah ke LPG baru efektif," kata Wapres. > > > > Menurut Wapres selama ini telah terjadi kesalahan kampanye untuk LPG dan > minyak tanah. Selama ini kampanye LPG diasumsikan untuk kalangan menengah > atas karena harganya mahal. Sementara minyak tanah untuk kalangan bawah > karena harganya murah. > > > > "Ini kesalahan fatal soal minyak tanah karena murah padahal justru boros. > LPG mahal tetapi irit dan bersih," kata Wapres. > > > > Namun untuk konversi minyak tanah ke LPG tersebut diperlukan investasi > besar-besaran sekitar Rp15 sampai Rp20 trilyun. Dalam kurun tiga tahun > tersebut, tambah Wapres konversi baru efektif sehingga subsidi pemerintah > menjadi nol. > > > > "Pemerintah telah minta Pertamina untuk bagikan kompor dan tabung sekitar Rp > 175 ribu, secara gratis kepada keluarga miskin," kata Wapres. > > > > Sebelum menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro program konversi minyak tanah ke > LPG tersebut dijadwalkan bulan Januari 2007. Namun karena keterlambatan > pengadaan tabung gas maka baru bulan Mei ini bisa dilaksanakan. > > > > "Pada bulan Februari telah dibagikan kompor dan tabung kepada 10 ribu Kepala > Keluarga korban banjir di Kampung Melayu dalam proyek BUMN peduli banjir," > kata Purnomo.(*) >
