Minat baca saya untuk topik ini semula memang rendah, karena semenjak saya 
bergabung dengan milis FPK ini kalau sudah berbicara yg berkaitan dengan soal 
yg satu ini jadinya seperti ayam dan telur......apalagi kalau kemudian berujung 
pada uang.
   
  Namun, masalah yg mendasar berkaitan dengan minat baca tidak pernah dikupas, 
dibahas dan dicarikan penyelesaiannya dengan seksama, yaitu masalah pendidikan.
   
  Bagaimana mau ada minat baca, kalaupun uang ada, kalau sedari di sekolah 
dasar tidak pernah diajarkan membaca dan menceritakan kembali apa yg sudah 
dibaca (story telling), jadi tidak ada upaya untuk menggairahkan minat baca 
secara teratur, terukur dan berkelanjutan...
   
  Bagaimana guru bisa menularkan gemar membaca, kalau gurunya sendiri tidak 
diberdayakan untuk punya kesempatan membaca....nah lo kan sudah mulai 
muter....apalagi ujiannya nanti pilihan ganda....tahu masih ada nggak sih ujian 
atau pelajaran mengarang??
   
  Bingung...
   
  Salam
  Kukuh

jessica buntaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mungkin agak2 telat kalau masi ngebahas topik ini sekarang....

Tapi cuma mau menyampaikan penghargaan saya saja kepada Kompas dan Gramedia,
sehubungan dengan "minat baca kita yang masih kurang"...

Hari ini, saya baru dari Gramedia WTC Matahari Serpong...Di sana sedang ada
event kerjasama Kompas dan Gramedia

Bayangkan, buku2 terbitan Kompas dijual hanya sekitar harga Rp 5.000 sampai
20.000an...Mulai dari antologi cerpen, kumpulan artikel2, dan esai2.

Coba kalau event seperti ini diadakan secara reguler dan diumumkan ke
khalayak luas...Saya yakin minat baca kita pasti akan meningkat!

Salut buat Kompas dan Gramedia!

regards,
je

On 5/10/07, jessica buntaran <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mau ikutan nambahin nih...
>
> Yah, kalau menurut saya emang masih susah....lagi-lagi balik ke masalah
> duit...
> Mungkin perlu support dari pemerintah?
>
> Karena saya rasa akan sangat membantu sekali kalau kita punya perpustakaan
> nasional yang mudah diaccess, nyaman, dan lengkap koleksinya. Lebih bagus
> lagi kalau tiap daerah bisa punya satu perpustakaan yang reliable...
>
> Masalah fotokopi, saya ga bisa bilang apa-apa...Habis gimana donk? Kalo
> mau jujur, kalo saya bisa fotokopi (dengan catatan kalau difotokopi buku itu
> jadi jauh lebih murah harganya), saya lebih milih fotokopi...jadinya sisa
> uang saya bisa saya pakai buat beli buku lain... Saya maklum sih kalau ini
> sebenernya tidak adil buat pengarangnya, tapi mau bagaimana? Secara saya
> masih mahasiswa dengan budget terbatas....(hehe, lagi-lagi balik ke soal
> duit kan?)
>
> emang serba salah kan?
>
> Mengenai pengarang luar vs pengarang kita...memang benar kalo mindset kita
> lebih percaya kepada pengarang luar....tapi untuk saat ini, saya cukup
> bangga lho dengan kemajuan pengarang kita... paling ngga, sekarang cukup
> banyak buku asli kita yang masuk ke pasar...
>
> regards,
> je


         

  
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke