Topik lama ini muncul lagi, menurut saya adalah hak setiap orang pro atau anti 
terhadap homoseksual. Kita tidak hidup di dunia yang ideal. Bagi orang yang pro 
thd homoseksual maka menurt mereka yang ideal adalaha hidup berdampingan dengan 
homoseksual, akan tetapi bagi yang anti homoseksual yang ideal adalah hidup 
tanpa homoseksual. Paling mudah adalah lihat saja kenyataannya, adakah 
homoseksual disekitar kita? Apa yang kita bisa perbuat? Mereka ada maka 
bersahabtalah dengan keadaan yang ada. Itu lebih bijaksana dari pada menghujat. 
   
  Keep positive
  Agus

loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          --- In [email protected], "smarching" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dalam artikel saya, sama sekali saya tidak memaksakan kehendak saya
> kok. Mau setuju boleh, mau tidak ya, nggak apa-apa. Kalau ada yang
> nggak setuju, lalu saya kan nggak lalu mengancam orang tsb atau
> mengucilkannya? 
> 
> Nah, komentar Mas Amrie ini bisa saya balik sekarang: Kalau mas 
Amrie
> konsisten dengan pluralitas, seharusnya Mas Amrie juga bisa 
menerima
> dengan lapang dada tentang artikel saya yang tidak menyetujui
> orang-orang yang MEMBENCI para homoseksualitas tersebut. Jadi, 
dalam
> hal ini, siapa yang tidak konsisten? 
> 
> Soe Tjen Marching.

L: Ini debat lama muncul lagi :-) Saya juga orang yang tak sreg 
kalau melihat dua orang pasangan homoseks atau lesbian. Tetapi 
MEMBENCI pasangan2 tsb? No way. 

IMO, sikap (secara mental atau fisik) berdasarkan kebencian jauh 
lebih buruk - bahkan jauh lebih jahat - daripada sikap (mental atau 
fisik) orang2 homoseks/ lesbian yang penyebabnya mungkin sangat 
kompleks tetapi oleh banyak orang (yg sok suci?) seringkali terlalu 
disederhanakan dengan jargon2 klasik atau dengan pengatas-namaan 
agama.

Salam



         

 
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke