Menilai orang lain amatlah susah, apalagi didunia maya dimana setiap orang yang ingin dikenal sewaktu chat adalah orang yang sesuai dengan keinginan kita. Tetapi tak kala kopi darat apa yang orang tersebut inginkan tak sesuai dengan harapan, dari sinilah awal ketidakpuasan dilampiaskan kepada teman chat.
salam igna --- In [email protected], john simon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kadang-kadang penampilan "teman" di dunia maya sangat jauh berbeda dengan "in the real world". > > Kalau di dunia maya, orang yang aslinya pemalu bisa "berubah" menjadi orator ulung atau penulis yang galak. > > Sebaliknya ada juga orang yang aslinya freak, psycho, dengan licinnya berubah menjadi sosok yang halus, santun seperti kasus KopDar yang diungkapkan Kompas tersebut. > > Setuju sekali dengan saran Mas Bambang, sebaiknya jangan langsung ketemu di rumah, apalagi di tempat tertutup (kata Titiek Poespa: bisa berbahayaaa). Kalau di starbucks kemahalan, ya cari food court saja. murah tapi aman. > > Salam.
