Sebagai penulisnya, saya sadar bahwa fokus utama perhatian tulisan itu ada pada Farid Firman Syah karena dia adalah Juara Dunia. Memang ada Masruri dan Sihite, dua pecatur lainnya yang bertanding di Halkidiki. Tetapi dari prestasi, Masruri "hanya" berada di peringkat 3 sedang Sihiti di peringkat 6. Dalam ilmu tulis menulis, kita mengenai "pendangan fotografik". Diibaratkan sebuah momen, katakanlah ada 3 orang yang masuk dalam frame foto kita, agar foto itu lebih Indah, kamera kita hanya fokus pada 3 orang itu dengan mengaburkan latar belakang pemandangan lainnya. Juga, kalau ada tiga pecatur berprestasi di sana, secara otomatis kita akan memfokuskan kamera kita pada si juara dunianya saja bukan. Dan, cerita pun tertumpu (beat) pada si juara dunia. Itulah gambaran sederhananya. Jika tulisan kita tidak fokus, tulisan itu tidak bicara apa-apa. Masruri dan Sihiti saya singgung sekadarnya saja, tetapi fokus utama tulisan saya itu ada pada Farid. Ini sekadar pilihan saja.
Terima kasih atas perhatiannya. Pepih Nugraha ----- Original Message ----- From: "mairi nandarson" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, May 15, 2007 8:09 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Anak Pecatur Lapak yang Menjadi Juara Dunia > Tapi kenapa ya, kok Masruri-nya nggak dibahas? Hanya > ditulis soal ia pakai sandal jepit? Padahal ia kan > bertemu Presiden dan duduk bersama. > Mudah2an "cara" seperti ini terjadi bukan karena > sebelumnya Masruri diberitakan SCTV sebelum berangkat > ke Yunani tidak dapat perhatian. > Perhatian tulus pemerintah ini mestinya juga adil. > Tidak melihatnya dalam kasus per kasus. Di'rame'in > dulu baru diperhatikan, kan nggak lucu... > > salam > > > > --- Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Sungguh mulia dan polosnya hati anak-anak Pecatur > > andalan ini. Bagaimana tidak, ucapan nya sangat > > sederhana, yaitu:"Saya suka Pak SBY karena dia > > gagah" dan Farid juga mengatakan:"Saya ingin > > membantu orang tua". Tidak ada hal-hal yang muluk, > > ucapan-ucapan nya yang sangat sederhana dan polos, > > membuat hati ini "trenyuh" rasanya. > > Farid juga berjanji untuk memenangkan lebih banyak > > turnamen di Eropa dimusim panas nanti. > > Selamat dan semoga berhasil di Turnamne Eropa > > mendatang. > > > > Masruri juga digambarkan sebagai anak yang amat > > sederhana, hampir ditolak protokol Istana gara-gara > > memakai sandal jepit. Tidak adakah sponsor yang mau > > memberikan hadiah berupa sepatu? Atau baju yang > > pantas untuk menghadap Presiden dan Wakil Presiden? > > Aduh....di Indonesia ini para pembawa nama bangsa, > > dan pengharum negara Indonesia, sering malah > > terlupakan. > > May God always be with you. > > > > Salam, > > Yuli
