Mbak Yanti,
   
  Begitulah mental bangsa kita, alih-alih membantu memberikan data-data yang 
kita perlukan, ataupun apakah mereka sebenarnya pernah melakukan penyelidikan 
daerahnya sendiri, yang berarti mereka peduli dengan rakyat daerah setempat, 
tetapi malahan didalam pikiran mereka hanyalah: "berapa banyak uang yang akan 
mereka dapatkan". 
  Dan sifat-sifat "Mafia" mereka sungguh mengerikan. Yang artinya mereka tidak 
menginginkan kemajuan daerah sendiri, tetapi malah akan menghancurkan kemajuan 
daerah tersebut.
  Sewaktu saya ditugaskan ke Labuan Bajo, dan menemukan cara-cara mereka untuk 
memeras kita, hal tersebut membuat saya merasa "miris" yang bertugas sendirian 
disana. Untungnya hanya sebentar, jadi saya bisa keluar dari "Lubang Buaya" 
tersebut.
   
  Kendala International NGO dalam membantu masyarakat didaerah ya karena "pola 
berpikir" yang tidak benar dari pemerintah daerah setempat, yang tidak kondusif 
untuk kemajuan daerah setempat nya sendiri. Sungguh disayangkan.
  Dan sering International NGO yang dihujat, jika kita tidak menyetujui dengan 
permainan mereka-mereka tersebut.
   
  Salam,
  Yuli

Institute Ecosoc Rights <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          HERAN, AKU HERAN, AKU HERAN

Yan Koli Bau

SEBAGAI anak tanah yang lahir di Timor saya merasa malu karena para 
peneliti dari luar lebih dahulu berinisiatif mendalami persoalan 
seputar kemiskinan di Nusa Tenggara Timur (NTT), bahkan tidak hanya 
berhasil memahami tetapi sudah melakukan aksi.

Sebagai ungkapan rasa malu saya 'melamar' dan bergabung dengan tim 
kerja penelitian dari Jakarta itu, menyiapkan serangkaian kegiatan 
pengamatan dan diskusi tentang hasilnya. Topiknya kemiskinan, gizi 
kurang, gizi buruk dan busung lapar di Kupang dan di Jakarta. Tak 
seperti yang saya sangka sebelumnya, ternyata hal-hal yang saya 
temukan di lapangan sungguh mengherankan.

Pertama, ketika kami berbincang dengan beberapa orang di kantor 
pemerintah baik di provinsi maupun kabupaten dan di perguruan tinggi 
mengenai rencana akan melakukan penelitian tentang busung lapar, 
anehnya, respons mereka serta merta menanyakan berapa nilai 
proyeknya, berapa honor yang akan dibayarkan kepada orang yang 
terlibat atau dilibatkan?

Baca tulisan utuhnya di blog kami :
http://ecosocrights.blogspot.com/

salam
yanti



         

       
---------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke