Betul sekali karena saya tau ada seorang mantan pejabat sampai saat ini biaya
telepon, surat kabar dan masih banyak tetek bengek yang lain masih jadi
tanggungan negara padahal sudah mantan lho. Mantan dengan pensiun atau side
income lain yang tidak ternilai masih minta dibayarin oleh pemerintah. Inikan
namanya nggak punya malu. Jadi memang seharusnya pribadi masing2 yang harus tau
posisi mereka. Kebanyakan mereka kena power syndroom jadi sudah keenakan semua
gratis jadi mau terus menerus gratisan, sedangkan banyak rakyat yang hanya bisa
makan sekali sehari.
Saya harapkan mereka2 ini yang mantan pejabat tahu dirilah sedikit dan
menyadari bahwa uang tidak dibawa kelubang kubur.
Salam
BS
reni renata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tidak hanya Telkom, hampir semua BUMN itu yang kaya ya pejabatnya.
Golongan gaji BUMN itu lain dengan gaji pegawai negeri lainya lho.....kalau gak
salah golongan gajinya dari gol I sampai dengan IX. Ditambah tunjangan dengan
masa kerja yang sama mungkin pegawai BUMN gajinya 3 sampai 4 kali lipat dari
pegawai negri pada umumnya. Di tingkat kantor cabang saja, biaya pulsa telpon
untuk pejabatnya gratis, kalau dia telpon pakai Hp pribadi akan diganti oleh
kantor, cccckkkk, . kalau saya hitung apabila satu pejabat menggunakan telpon
selama 20 menit sehari untuk kepentingan diluar dinas berapa kalau sebulan.
Belum pulsa Hp yang digunakan mungkin untuk menelepon kawan atau saudaranya?
Ini hanya salah satu BUMN. Ada berapa BUMN seluruh Indonesia? Ada berapa milyar
uang negara bocor hanya untuk nomboki biaya pulsa pejabatnya dalam sehari?
Mungkin dapat untuk memberi makan orang miskin atau yatim piatu beribu-ribu
orang.... itulah yang terjadi. Gimana Indonesia tidak akan bangkrut?
Bagi yang merasa tolonglah introspeksi, banyak rakyat yang tengah sekarat
karena tidak ada nasi untuk esok hari. Insyaflah.....
Mahreni