Kepada Yth.

Bapak. Prof.DR.Amien Rais dan seluruh Politisi, Elit Politik, Parpol Indonesia 
tercinta.
Berhentilah membohongi bangsa ini ! Berhentilah bicara Moral ! Ingatlah akan 
Azab Tuhan, Allah Wajallah teramat-amat pedih bagi orang yang munafik.

Saya dan saya yakin dan percaya sebagian besar bangsa ini tidak akan bisa lagi 
kalian kibuli dengan politik tebar pesona kalian yang seolah-olah kalian 
kesatria dengan cara mengakui menerima serta siap dipenjara akibat dari kucuran 
dana non budgeter DKP.

Saya dan saya yakin dan percaya sebagian besar bangsa ini tahu, hal itu kalian 
lakukan setelah mantan Menteri DKP nyanyi di Kejagung dan atau Pengadilan.

Salam, 
Suhaimi

----- Original Message ----- 
  From: Agus Hamonangan 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, May 16, 2007 10:11 AM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Amien Rais Siap Jadi Tersangka dan Dipenjara


  http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/16/Politikhukum/3534207.htm
  ======================

  Yogyakarta, Kompas - Amien Rais siap menjadi tersangka dan dihukum
  jika dana nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan yang
  diterimanya diperkarakan ke ranah hukum karena dianggap korupsi. Ia
  mengimbau agar calon presiden dari partai lain pada Pemilu 2004 jangan
  berkelit karena dana itu juga mereka terima.

  "Ini harus saya katakan agar masalah DKP dapat dipandang adil dan
  proporsional. Jika sudah sampai gelar perkara lanjutan, kami siap
  menghadirkan saksi dan membeberkan fakta. Demi hukum, tidak ada
  masalah jika saya harus menjadi tersangka dan nanti dipenjara," ujar
  Amien, Selasa (15/5).

  Namun, mantan calon presiden pada Pemilu 2004 ini merasa kecewa karena
  kubu partai lain dan tim sukses mereka malah menyangkal menerima dana
  nonbudgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). Padahal, dana itu
  diterima mereka dari Rokhmin Dahuri (Menteri Kelautan dan Perikanan
  saat itu), meski jumlahnya berbeda.

  Karena itu, pihaknya mendesak pimpinan DPR yang menutup penyelidikan
  atas kasus dugaan penerimaan aliran dana nonbudgeter DKP agar meninjau
  ulang. Amien lalu menunjuk penerima dana itu ada yang menjadi ketua
  lembaga tinggi negara dan ada yang berada di luar struktur kekuasaan.
  "PAN memiliki catatan cash ini dan cash flow selama dua masa kampanye
  Pemilu 2004, termasuk dana nonbudgeter ini secara tertib. Termasuk
  pula Rp 200 juta yang diberikan langsung lewat tangan saya dan Rp 200
  juta yang lain lewat anggota tim kampanye saya," papar mantan Ketua
  Umum PAN ini.

  Amien tidak menyebut tanggal ia menerima Rp 200 juta tersebut. Ia
  hanya mengatakan, pada suatu sore, Rokhmin datang kepadanya
  menyerahkan cek senilai Rp 200 juta dalam amplop. Rokhmin mengatakan
  itu untuk kampanye. Amien sendiri tak sempat menanyakan asal muasal
  cek itu. Namun, Amien mengaku tidak mengambil satu sen pun karena cek
  langsung diserahkan kepada bendahara PAN. "Untuk Rp 200 juta yang lain
  akan kami susuri siapa di internal PAN yang menerima," ujarnya.

  Amien berharap pemerintah tak melakukan tebang pilih dalam penegakan
  hukum. Kasus dana nonbudgeter malah dianggap sebagai awal yang bagus
  bagi pengusutan kasus yang lebih besar. Misalnya, kasus Bantuan
  Likuiditas Bank Indonesia yang menyangkut uang sekitar Rp 600 triliun.
  "Artinya, jutaan kali lebih besar dari kaus Rokhmin-partai politik
  yang sudah mulai bergulir di pengadilan. Kami juga mengharap tidak ada
  politisasi kasus dana nonbudgeter DKP," kata Amien.

  Dihubungi secara terpisah, salah satu penanggung jawab Mega Center,
  Tjahjo Kumolo, mengaku tidak tahu-menahu dan tak pernah menerima dana
  dari Rokhmin. Ia mengaku akan meminta klarifikasi dari Rokhmin tentang
  dana yang katanya diterima Mega Center. "Kami akan mengklarifikasi
  Steven dan Michael yang disebutkan menerima dana atas nama Mega
  Center," ucap Tjahjo yang menyayangkan langkah Rokhmin menyebutkan
  telah memberi kado untuk Megawati sebesar Rp 4 juta, juga ditulis dan
  dicatat. "Ya, kalau mau nyumbang ya ikhlas saja," ucap Tjahjo.

  Dalam penjelasan tertulisnya, Direktur Blora Center M Jusuf Rizal
  menegaskan, Blora Center tidak pernah menerima kucuran dana DKP dari
  Rokhmin. "Blora Center selama ini tidak pernah menerima kucuran dana
  DKP. Saya juga sudah melakukan klarifikasi kepada bidang logistik yang
  menyebutkan tidak pernah menerima bantuan pendanaan dari Rokhmin,"
  ujar Jusuf yang meminta Rokhmin menyebutkan siapa orang Blora Center
  yang menerima. (PRA/bdm) 



   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke