Pasar Flöhmark di jerman biasanya diadakan pada awal musim Semi hingga musim panas. Pembeli harus pintar-pintar dan hati-hati dalam memilih barang dan menawar. Ada Flöhmark yang khusus untuk kamera dan biasanya hanya diadakan satu tahun sekali dan masuknya juga bayar, karena barang-barang yang dijual walaupun bekas tapi masih cukup mahal. Pasar Flöhmark yang hanya menjual barang-barang bekas alat-alat rumah tangga dan pakaian , bebas dari tarif masuk.
Salam, Sari --- Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Oleh R Adhi Kusumaputra > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0705/16/metro/3533840.htm > ========================= > > Pasar Flohmak dibuka sejak sebulan terakhir ini di > kawasan Granada > Square, BSD City, Kecamatan Serpong, Kabupaten > Tangerang. Pusat jual > beli barang bekas itu ternyata diminati. Cukup > banyak orang melepas > barang-barang mereka di pasar yang dibuka setiap > Sabtu dan Minggu itu. > > Umumnya pembeli puas mendapatkan barang yang masih > layak pakai dengan > harga miring. > > Konsep Pasar Flohmak diadopsi oleh pendiri Pasar > Flohmak, Winarto A > Rasul (51), warga Serpong, Tangerang. Winarto yang > delapan tahun > tinggal di Vienna, Austria, itu melihat di sejumlah > negara di Eropa > pasar jual beli barang bekas sangat berkembang. > > "Banyak orang bilang tinggal di negara-negara di > Eropa sangat mahal, > tetapi sebetulnya tergantung bagaimana kita mencari > barang bagus > dengan harga murah," papar pria kelahiran Yogyakarta > itu. > > Mengacu pada konsep fleamarket di sejumlah negara di > Eropa (dan juga > Amerika Serikat), Winarto Rasul yang belum lama > kembali ke Indonesia > mendirikan PD Pasar Flohmak. > > Nama Flohmak diadopsinya dari kata Jerman, flöhmark > (pasar barang > bekas layak pakai dan koleksi), namun karena orang > Indonesia menyebut > flöhmark menjadi Flohmak, akhirnya Winarto mengambil > nama Flohmak, > yang kemudian didaftarkannya sebagai hak paten. > > Ketika kali pertama Pasar Flohmak dibuka pada 21 dan > 22 April 2007, > ada 18 lapak masing-masing berukuran 2 meter x 3 > meter yang digelar, > mengambil lahan parkir Granada Square. Aneka barang > bekas dijual mulai > dari pakaian, tas, sepatu, furnitur, buku, sepeda, > lukisan, sampai > stik golf. > > Setelah sebulan berlalu, Winarto mengaku mulai > kewalahan. "Sekarang > sudah ada 54 penyewa lapak. Saya terpaksa menolak > karena tempatnya > sudah habis," kata penulis roman Setangkai Mawar di > Donau itu. > > Winarto menyewakan setiap lapak seharga Rp 50.000 > per hari tanpa > mengutip persentase barang yang terjual. Karena > itulah banyak orang > yang antre menyewa lapak di Pasar Flohmak. "Bahkan > transaksi > dilanjutkan di rumah, dan itu milik mereka," kata > Winarto, yang puas > dengan perkembangan Pasar Flohmak. > > Ny Evita (49), warga Taman Chrysant 1 BSD, sejak > awal menyewa lapak di > Pasar Flohmak. "Awalnya iseng-iseng untuk mengisi > kegiatan pada Sabtu > dan Minggu. Ternyata barang-barang pribadi yang > dijajakan di sini 40 > persen sudah terjual. Lalu banyak saudara saya yang > menitipkan > barang-barang mereka untuk dijual di sini," cerita > Ny Evita, yang > hanya melanjutkan usaha menjual barang bekas di > Pasar Flohmak. > > "Saya ditemani putri saya, yang setiap Senin sampai > Jumat bekerja di > kantor. Sedangkan Sabtu dan Minggu dia menemani saya > di sini," ungkap > Evita, yang menjual peralatan rumah tangga dan > pakaian. > > Pengamatan Kompas, Pasar Flohmak ramai sejak pukul > 07.00. Para > pembelinya tidak hanya warga Serpong, Tangerang, > tetapi juga dari > berbagai daerah lain di Jabodetabek. Penyewa lapak > umumnya memiliki > mobil. Sebagian warga Serpong, tetapi ada juga > datang dari Cimanggis, > Depok; Lebak Bulus, Jakarta; dan Bekasi. Jumlah > mobil yang diparkir > pun makin banyak. > > Seorang penyewa lapak yang punya posisi penting > dalam perusahaan > pengembang besar menjual mebel dengan harga miring, > demikian pula > pernak-pernik seperti ikat pinggang, tas, dan > dompet. "Dia menyewa > lapak sampai dua bulan ke depan, mungkin untuk > menghabiskan > barang-barang di rumahnya," tutur Winarto. > > "Lumayan, saya dapat sofa dan meja mebel bagus, > harga per satuannya Rp > 300.000," kata Ida, seorang pembeli di Pasar > Flohmak. > > Barang-barang yang dijual di Pasar Flohmak ini > harganya bervariasi > dari Rp 5.000 sampai puluhan juta untuk barang > koleksi. Uniknya, > Winarto membuka sesi gratis setiap pukul 15.00. > Untuk barang-barang > tertentu, seperti mainan, sepatu, pakaian, dan > pernak-pernik diberikan > secara gratis kepada masyarakat. > > "Tujuannya agar masyarakat sekitar yang kurang mampu > dapat juga > menikmati barang-barang di Pasar Flohmak. Dalam > waktu singkat, barang > yang digratiskan itu sudah habis," tuturnya > menambahkan. > > Barang yang dijual antara lain lukisan 8 Bidadari > seharga Rp 12 juta. > "Lukisan serupa dipajang di Galeri Maria Theresia, > Ratu Austria," kata > Winarto. > > Ada juga replika pabrik sepeda Alexander Pollock > tahun 1883 dijual Rp > 1 juta, topi yang mengabadikan kemenangan Michael > Schumacher yang kali > keenam dalam F1 di Jerman dijual seharga Rp 225.000. > > "Saya juga punya koleksi lukisan Jan Mintaraga yang > dibuat tahun 1992, > imajinasinya tentang BSD. Saya jual Rp 9 juta," kata > Winarto. Banyak > lukisan yang dibelinya dari Austria dan negara di > Eropa, dijual > Winarto sebagai barang koleksi seharga jutaan > rupiah. > > Winarto A Rasul memang serius menekuni Pasar > Flohmak. Dia membeli > tanah seluas 250 meter persegi, tak jauh dari > lokasi, untuk > dijadikannya gudang. > > "Kalau ada orang yang mau menitipkan > barang-barangnya, saya simpan di > gudang itu," kata Winarto, yang sudah mematenkan > nama Pasar Flohmak. > > "Saya akan membuka waralaba Pasar Flohmak. Kalau > setiap kabupaten atau > kota punya satu Pasar Flohmak, ini sangat bagus," > katanya yakin. > Begitu Pasar Flohmak dibuka di Granada Square BSD, > Winarto langsung > dihubungi pihak Gading Serpong agar membuka pasar > serupa di kawasan itu. > > Winarto melihat berkembangnya Pasar Flohmak karena > saat ini masyarakat > masih menghadapi situasi krisis ekonomi. > > "Saya mengutip kata-kata Sri Sultan Hamengku Buwono > X agar jangan malu > membeli barang bekas," kata Winarto yang juga > mengaku menjajakan > pakaian dan barang-barang bekas milik Sri Sultan > Hamengku Buwono X dan > permaisurinya, GKR Hemas. > > Pakaian bekas Sri Sultan HB X dan istrinya itu akan > dilelang Winarto > pada Juni mendatang, dan dibuka dengan harga per > potong Rp 450.000. > "Saya akan ke Yogya dulu, melengkapi koleksi Sri > Sultan HB X yang akan > dilelang," ungkapnya. > > Winarto mengaku, ia beli dari orang dalam Keraton. > Sistemnya kalau > laku baru dibayar. > === message truncated === ____________________________________________________________________________________Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on Yahoo! TV. http://tv.yahoo.com/
