Ya, tidak hanya wartawan, orang sudah berumahtangga seperti saya saja masih sering dilecehkan seperti itu. Maaf, saya pernah ikut syuting sebuah program tv terus kru-nya menunjuk-nunjuk pakaian saya sambil bilang, wah sengaja ya pakai pakaian sobek-sobek gitu biar pada nafsu. Dan yang lainnya nyeletuk di belakang saya, duduk sini mbk, di tengah-tengah kita supaya bisa bereproduksi... (waktu itu kru acara tersebut duduk berjejer di belakang panggung yang semuanya laki-laki). Saya waktu itu nggak bisa apa-apa karena sedang memerankan dialog yang itupun disuruh sama krunya juga, dan krunya yang meminta saya datang tanpa memberi informasi saya harus apa. Terus terang, sampai sekarang saya jadi kecewa dengan program acara tersebut yang sebelumnya saya anggap idealis. Dan kalau nonton acara itu saya jadi malas dan sebal.
Tapi melihat reaksi kawan-kawan milis terhadap pelecehan perempuan, saya senang sekali. Mungkin juga kalau oknumnya seorang polisi, mungkin kalau kondektur, atau kawan-kawan dekat melakukan begitu, reaksinya tak sekeras ini. Tapi mudah-mudahan nggak ya. Mariana Wednesday, May 16, 2007, 4:44:10 PM, you wrote: > Untuk para wanita Indonesia, baik yang jadi wartawan, > ibu rumah tangga ,dll. Pokoknya jangan sungkan-sungkan > LAWAN , untuk tindakan pelecehan. Kalo di Eropa itu > polisi udah habiiis d.. kagak ada karier , bisa > dipenjara danbayar denda. > Mbak kenapa nggak dibales azah, minimal ditentang > burungnya.. biar kapok!!! > Salam, > Sari
