Belasungkawa saya bagi korban dan keluarganya.  Sependapat dgn rekan Adi, 
kwalitas beritanya parah.  Coba simak kendaraan warna biru (sesuai dengan 
berita foto Kompas) namun didalam berita utama Kompas dituliskan " Didalam 
mobil Honda Jazz warna hitam bernomor bla..bla.)
   
  Untuk sesuatu yg dengan mudah pembaca bisa melakukan "cross check" Kompas 
telah melakukan kekeliruan, bagaimana dengan berita2 lainnya yg bagi pembaca 
tidak terlalu mudah melakukan "cross check" apakah pembaca harus menelan 
mentah2 berita KOMPAS???
   
  Hal serupa pernah saya sampaikan lewat forum ini namun seperti biasa tidak 
pernah ada tanggapan dari Kompas.  Sehingga saat ngobrol dirumah, anggota 
keluarga saya nyeletuk ya udah kalau gitu berhenti aja langganan 
Kompas.....namun jujur akhirnya tidak diputuskan untuk menghentikannya, karena 
memang belum/tidak ada penggantinya yg setara....jadi ya tetap dilanjutkan 
hanya untuk sekedar ada saja......
   
  Belum lagi info yg sempat sampai soal tulisan di halaman 6-7 Kompas "katanya" 
kebanjiran tulisan" sehingga para penulis cuma dapat jatah 1x 1 bulan 
tulisannya dimuat....
   
  Salam
  Kukuh Kumara

adi putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pertama saya mengucapkan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya pada 
keluarga yang ditinggalkan.
Headline hari ini membuat saya tidak tahan untuk tidak berkomentar 
terhadap cara dan gaya penulisan Kompas akhir-akhir ini yang terasa 
mulai bombastis. Sungguh sayang apabila surat kabar tercinta sudah 
mulai hilang kedalaman dan kebijaksanaannya dalam menulis berita. 
Sesuatu yang selama ini saya pandang sebagi diferensiasi Kompas.
Salam damai dan cinta,



         

       
---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
 in the all-new Yahoo! Mail Beta. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke