Yang menjadi pertanyaan dari mana dana didapat para calon presiden
Pada musim Kampanye Pemilihan Presiden 2004. Jika masing-masing Tim
sukses menghabiskan dana sekian ratus milyar, maka perputaran uang
pada musim Kampanye Presiden 2004 bisa mencapai trilyunan rupiah.

Informasi didapat ternyata, Dana nonbujeter Departemen Kelautan dan
Perikanan semasa dipimpin Rokhmin Dahuri ternyata juga mengalir ke
sejumlah calon presiden pada Pemilu 2004. Aliran dana itu,
berdasarkan berita acara pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan
Korupsi, berlangsung pada Januari-Juli 2004.

Informasi ini masih dalam satu departemen, dan perlu diperiksa apakah
departemen lain(Departemen Perhubungan, Pertanian,Pertambangan dan
lain2) juga memberikan dana ke masing-masing Capres pada musim
Kampanye Pemilihan Presiden 2004. Perlu ada transparansi sehingga
publik tidak merasa dibohongi. Disaat semua Tim sukses Capres 2004
membantah,justru Amien Rais mengakui menerima dana dari Departemen
yang dipimpin Rokhimin.

Sebagai contoh: Perlu ada pembuktian dari mana saja dana didapat oleh
SBY-JK, Megawati, Amien Rais, Wiranto dan Hamzah Haz . Siapa-siapa
yang menyetor dana ke rekening mereka. Apa tidak mungkin dana hasil
korupsi masuk ke rekening mereka ?. Jika ada konglomerat yang
memberikan dana perlu diperiksa apakah konglomerat itu sdh bersih
dari "kuman-kuman".
Perlu ada daftar siapa-siapa saja penyumbang dana.

Ada isu yang beredar adanya dana dari luarnegeri masuk ke rekening
Tim Sukses SBY-JK ?. Perlu ada keberanian untuk mengungkapkan dari
mana saja mereka dapat dana.
Perlu dipertanyakan kenapa SBY tidak berani untuk melakukan 
investigasi internal, dan ini yang menjadi pertanyaan publik.

Ada pepatah mengatakan "Maling teriak Maling" yang bisa diartikan
bagaimana "Pemerintah saat ini mau "membasmi" Korupsi sedang dirinya
sendiri tidak bersih". Bagaimana mereka mau bicara "Pemerintahan yang
bersih sedang dirinya sendiri tidak bersih".

Kirim email ke