Jika mobil berputar turun, maka ada kecepatan maksimum
yg bisa ditolaransi sama mobilnya atau mobil akan
berbalik arah atau terbalik. Dalam kasus ini, dinding
seharusnya bisa menjaga agar mobil tidak tembus jika
bangunan dinding melapisi besi penahan. Jadi
berdasarkan analisa, harus di check ada ngga besi
penahannya, dan berapa kuat ketahanannya. Saya
yakinnya ngga ada!

iz


--- Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> lha..... kok larinya ke pltn pak? memang pltn ini
> delima, eh maksud saya dilema. dari segi kebutuhan
> memang sudah saatnya, tetapi dari segi kualitas
> manusia kita yg suka sembrono ya belum waktunya.
> sebaiknya pemerintah menunjukkan bahwa kualitas
> sdmnya benar2 kualified dulu, shg kebijakan yg akan
> dibuat juga bisa dipercaya rakyatnya. 
> 
> kembali ke mobil, kalau melihat beritanya seh
> sepertinya memang bangunan itu di bawah standar.
> tapi standar yg mana? saya tidak tau. hanya saja
> pemeriksaan polisi kok arahnya lebih condong ke
> kesalahan pengemudi. malah akan dicek dulu SIM si
> pengemudi. ketika sim hanyalah barang yg
> dijualbelikan, rasanya kok lucu memeriksa kasus ini
> dg mencek dulu sim. saya khawatir  kalau si
> pengemudi tidak punya sim, nanti ujung2nya memang
> salahnya pengemudi. padahal punya atau tidak punya
> sim (di indonesia) tidak menunjukkan kelayakan
> seseorang untuk mengemudi. 
> 
> mudah2an ada desakan kuat untuk mengkonsentrasikan
> pemeriksaan ke kualitas bangunan. soalnya polisi
> kita kalau tidak disorot maka kerjanya lebih membela
> kepentingan yg punya duit. 

Kirim email ke