Pak Martin, Saya agak kurang sependapat dengan pernyataan dalam kalimat "generasi muda kita untuk lebih tertarik belajar ilmu2 terutama eksakta, matematika, fisika, biologi, kimia dll hingga kelak bangsa kita memang bisa lebih bersaing dgn bangsa2 lain."
Hingga saat ini, ada semacam dogma di masyarakat bahwa yang pintar harus masuk ke jurusan Fisika, atau IPA. Kalau jaman saya masih pakai A1. Dan yang bodoh, masuknya ke A3 atau SosPol, atau Bahasa. Jadinya semua anak-anak cerdas selalu diarahkan ke ilmu-ilmu pasti, dan yang kurang cerdas mengalami semacam diskriminasi dengan dimasukkan ke jurusan selain ilmu pasti. Padahal diantara mereka yang cerdas, banyak yang juga mungkin tertarik dengan bidang lain selain bidang ilmu pasti atau ilmu alam. Menurut saya, untuk negara kita sekarang ini, justru sebaliknya sangat membutuhkan orang-orang yang cerdas untuk duduk di kursi-kursi politik untuk menjalankan roda pemerintahan dengan baik, kursi jabatan di BUMN dan lainnya. Tentunya kita butuh mereka yang selain cerdas juga Nasionalis. Karena saat ini, walaupun kita punya banyak sekali orang orang pintar di negara kita, tapi yang duduk di pemerintahan tidak ada yang cukup pintar untuk mengembangkan semua potensi yang ada di dalam masyarakat yang mereka pimpin ini. Dan rakyat tidak bisa berbuat banyak, karena toh mereka inilah yang memegang kekuasaan. Merekalah pemerintahnya (tukang perintah, kerja sendiri gak becus) ? Regards, Paulus T. On 5/20/07, Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mas Ignas, > > Bahagia rasanya membaca berita yg anda posting hari ini .. > Guna memberikan masukan bagaimana negara kita sangat amat > membutuhkan peneliti2 , orang2 pintar yg ilmuwan scientist dll > untuk masa depan bangsa kita, saya jadi teringat akan masukan > Mr Bill Gates baru2 ini , > Amerika sangat membutuhkan tenaga2 ilmuwan , scientist, tenaga2 > lulusan2 eksakta, matematika dll kalau mau mempertahankan negara > AS menjadi unggulan di dunia. > Mr Bill Gates khusus menyoroti soal policy pemerintah dan UU AS > soal lulusan AS yg berasal dr luar AS yg memang banyak yg sangat pintar > namun harus keluar dr AS karena soal status dan ijin tinggalnya. > 3 hari lalu ada berita dr USA today , dari Top 20 lulusan college AS, > 15 diantaranya berasal dr Asia [ sayang belum ada dr Indonesia ...] > Kemudian kalau diperbesar ke Top 100 juga sangat dominan lulusan > asal Asia . > Dalam graduation day di Purdue University indiana, bahkan dari ribuan > wisudawan, yg mewakili berpidato adalah imigran Taiwan .... > > Jadi kalau dibilang negara kita sangat banyak yg pintar2 macam dalam > posting Mas Ignas, saya sangat setuju, namun diperlukan regulasi dari > pemerintah dan mereka yg mempunyai kekuasaan dalam lebih merangsang > generasi muda kita untuk lebih tertarik belajar ilmu2 terutama eksakta, > matematika, fisika, biologi, kimia dll hingga kelak bangsa kita memang > bisa lebih bersaing dgn bangsa2 lain. > > Singapore dalam beberapa tahun belakangan ini juga melakukan hunting > buat dapat calon WN dari Indonesia [ terutama ] yg pintar2 hingga bisa > menjamin memajukan singapora kelak. > > Salam , martin - indiana
