tapi sebenarnya banyak negar2 eropa yang sekarang pemerintahannya dipimpin partai2 sosialis seperti partai buruh di inggris contohnya. tapi tetap saja sistem politik yang dianut liberal kapitalis juga tuh. sudah terbukti kok kalo sistem kapitalis memang lebih bisa memakmurkan suatu negara. kalo soal ekonomi sih saya lebih suka liberal, dimana peluang diciptakan oleh pasar, tapi kalo di indonesia sih orang lebih suka cari amannya, kerja kantoran. bukannya bikin lapangan kerja baru. kalo negara2 macam komunis mana bisa bikin peluang kerja sendiri.
kita ini sudah dinina bobokan oleh paham sosialis (walaupun saya suka ide masyarakat tanpa kelas, tapi kemakmuran itu sesuatu yang harus dilakukan dengan usaha yang sangat keras). sepertinya semuanya ditanggung negara. padahal, di manapun seorang pengusaha kalo mau sukses harus banting tulang bertahun-tahun, menghadapi resiko kegagalan, harus berani ngutang ke bank.modalnya mulai dari nol, itupun belum tentu sukses.. tapi karena kerja keras, ya adil lah kalo dia punya penghasilan yang cukup besar dari usahanya trus orang2 yang tidak berani ambil resiko ya cari kerja aja di kantor2 ber AC. kerja senin- jumat, dibayar setiap bulan. masih dipotong pajak lagi gajinya. enakan jadi pengusaha lah. yang penting tuh ulet On 5/21/07, tjuk kasturi sukiadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Bung Mao GMNI, > Kalau Karl Marx mengejek para penggagas Sosialisme sebelumnya sebagai > "SOSIALIS UTOPIS", MAKA DENGAN RUNTUHNYA UNI SOVYET dan dikembangkannya > Model Deng Tsiao Ping yg disebutnya sebagai "ONE COUNTRY TWO SYSTEMS" yang > kenyataannya semakin hari semakin mengental Liberal Kapitalismenya maka > semua pemikiran tentang Sosialisme yang termasuk gagasan Marx yang > dikembangkan oleh Lenin dan para tokoh penyumbang kontemporair yang lain > sampai sekarang ini dengan sendirinya jatuh kedalam kategori "SOSIALIS > UTOPIS". GAGASANNYA ENAK DIDENGAR DAN DIDISKUSIKAN DAN MEMBAWA KITA KEPADA > LAMUNAN TENTANG MASYARAKAT YANG "TANPA INI DAN TANPA ITU". Sayangnya semua > itu TANPA BUKTI NYATA , alias hanya UTOPIA. Selamat Merenung! Salam Tjuk > Kasturi Sukiadi
