Bung Rizqi, kita harus ingat Sosialis yang melekat kepada nama2 partai di Eropa 
sekarang ini lebih banyak sebagai embel-embel belaka seperti Pancasila di 
negeri ini. Hanya untuk dipajang doang dan jauh dari amalan nyata. Partai Buruh 
di Inggris dibawah Tony Blair lebih layak disebut sebagai Partai Neo Thatcher. 
Tengok saja apa yang dikerjakan oleh Blair termasuk menjadi sekutu utama AS 
dalam petualangan di Irak, Afganistan dan . . Iran. Anda benar manakala kita 
bicara tentang Welfare State yang mempersyaratkannegara sebagai "agen 
pemerataan" kemakmuran dan kesejahteraan melalui regulasi dan kebijakan fiskal 
yang tepat. Salam Tjuk Kasturi Sukiadi

Adrianus Rizqi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          tapi sebenarnya banyak 
negar2 eropa yang sekarang pemerintahannya
dipimpin partai2 sosialis
seperti partai buruh di inggris contohnya. tapi tetap saja sistem
politik yang dianut liberal kapitalis juga tuh. sudah terbukti kok
kalo sistem kapitalis memang lebih bisa memakmurkan suatu negara. kalo
soal ekonomi sih saya lebih suka liberal, dimana peluang diciptakan
oleh pasar, tapi kalo di indonesia sih orang lebih suka cari amannya,
kerja kantoran. bukannya bikin lapangan kerja baru. kalo negara2 macam
komunis mana bisa bikin peluang kerja sendiri.

kita ini sudah dinina bobokan oleh paham sosialis (walaupun saya suka
ide masyarakat tanpa kelas, tapi kemakmuran itu sesuatu yang harus
dilakukan dengan usaha yang sangat keras). sepertinya semuanya
ditanggung negara. padahal, di manapun seorang pengusaha kalo mau
sukses harus banting tulang bertahun-tahun, menghadapi resiko
kegagalan, harus berani ngutang ke bank.modalnya mulai dari nol,
itupun belum tentu sukses.. tapi karena kerja keras, ya adil lah kalo
dia punya penghasilan yang cukup besar dari usahanya

trus orang2 yang tidak berani ambil resiko ya cari kerja aja di
kantor2 ber AC. kerja senin- jumat, dibayar setiap bulan. masih
dipotong pajak lagi gajinya.

enakan jadi pengusaha lah. yang penting tuh ulet

Kirim email ke