http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/22/daerah/3543016.htm
================

Tiga Pemda Rancang Konsorsium

Mataram, Kompas - Tiga institusi pemerintah di Nusa Tenggara Barat,
yakni Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat saling berebut saham PT Newmont
Nusa Tenggara yang harus didivestasi.

Ketiga lembaga pemerintahan itu masing-masing menggandeng mitra kerja
dan membentuk perusahaan konsorsium untuk meraih saham yang ditawarkan
perusahaan penambangan emas di Benete, Sumbawa Barat, Pulau Sumbawa,
tersebut.

Kasan Mulyono, Manager Public Relation PT Newmont Nusa Tenggara (NNT)
di kantornya di Benete, Sumbawa Barat, saat dihubungi dari Mataram,
Senin (21/5), tidak bersedia mengomentari upaya ketiga pemda.

"Kalau tentang itu, tentu saja kami tidak bersedia mengomentari karena
di luar kewenangan kami. Kami yakin, Pemerintah Provinsi NTB bersama
Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat, sebagai mitra kerja
yang strategis, bisa menemukan kata sepakat menyelesaikan masalah
ini," ujarnya.

Pihak PT NNT, sesuai isi kontrak karya, diwajibkan menawarkan
divestasi sahamnya kepada publik pada akhir tahun kelima setelah masa
produksi yang dimulai akhir tahun 1999. Saham yang didivestasikan
sebesar 31 persen selama periode 2006- 2010.

Dengan demikian, kedudukan saham perusahaan yang kini 80 persen akan
menjadi 49 persen, karena dibeli pemilik baru. Untuk tahap pertama
(2006), saham yang dilemparkan sebesar 3 persen senilai Rp 1,3 triliun.

Gandeng Bumi Resources

Setelah penandatanganan kesepakatan 29 Januari lalu, para pihak
membentuk konsorsium. Sebagai contoh Pemprov NTB ingin membuat
konsorsium yang memayungi pemerintah provinsi, Kabupaten Sumbawa, dan
Sumbawa Barat. Konsorsium ini melibatkan PT Bumi Resources Tbk, yang
berkantor di Wisma Bakrie, Jalan Rasuna Said, Jakarta.

Pemerintah Sumbawa Barat menggandeng PT Trakindo, salah satu
subkontraktor PT NNT, untuk membentuk konsorsium guna membeli saham Rp
1,3 triliun itu. Langkah serupa juga dilakukan Pemerintah Sumbawa.
Ketiga pihak kini beradu argumentasi, mengklaim memiliki hak yang sama
akan saham itu.

Gubernur NTB Lalu Serinata, seperti dikutip Manggaukang Raba, Humas
Pemprov NTB, menginginkan ketiga pihak bergandengan tangan mendapat
saham mayoritas. Jika berhasil, mereka bisa masuk dalam jajaran
komisaris maupun direksi, sekaligus menciptakan mekanisme kontrol yang
sehat.

"Jika Sumbawa Barat mau mengambil saham yang 3 persen, silakan. Namun,
dalam langkah awal ini marilah kita tunjukkan dan ciptakan kebersamaan
di antara jajaran pemerintahan. Itu saja yang diinginkan Pak
Gubernur," kata Manggaukang.

Untuk mencari solusi, Gubernur Serinata mengutus Asisten II Setda NTB
Abdul Malik bersama pihak Dinas Pertambangan dan Energi NTB ke PT
Newmont Jakarta serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
yang berjanji akan menjembatani konflik kepentingan ketiga
pemerintahan di NTB itu. (RUL)



Kirim email ke