Mas Tony Montana, Thanks a million for this response. Anda telah menulis satu hal yang lupa saya masukkan ke dalam salah satu argumen saya. Untuk Pak Jhony, terima kasih atas responsnya. Seperti apa yang ditulis Pak Irry beberapa waktu lalu, saya ingin menutup diskusi ini. Thanks to everybody.
Salam, Nana --- In [email protected], "Tony Montana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ya, ini soal aborsi lagi. Begini mas polemik soal aborsi antara yang > pro dan kontra kalo diterusin kagak abis-abis. Anda bilang binasakan > aja janinnya! Kok begitu gampang ya?? Kalo perempuan mengalami KTD > (Kehamilan Tak Diinginkan) biasanya bingung,panik dan bahkan putus > asa. Upaya apapun akan dilakukan untuk mengakhiri kehamilannya. > Biasanya mereka akan ke dukun untuk aborsi yang sudah pasti tak aman > dan membahayakan jiwanya. Di Indonesia banyak sekali dukun seperti > ini. Belum lagi bidan dan praktek swasta yang biasanya melakukan > secara sembarangan dan dengan biaya yang tinggi. Secara statistik > Angka Kematian Ibu di Indonesia masih tinggi (309/100 rb kelahiran > hidup)dan menurut beberapa penelitian antara 30-50 % disebabkan oleh > aborsi tak aman. Berita di Kompas tanggal 16 Mei 2007 juga memuat > seorang mahasiswa yang tewas karena diaborsi tak aman oleh dukun > bayi. Siapa yang tak setuju kalau dikatakan "pembunuhan bayi oleh > ibunya adalah kejam, berdosa dll" Terus pasangannya yang sama-sama > bikin hamil gimana? kut nanggung enggak? Biasanya "good bye" . > > Kalu di sini banyak orang-orang kaya Ibu Theresia itu mungkin bisa > menjawab kebutuhan perempuan2 yang mengalami KTD yang perlu > pendampingan, penguatan, penampungan sehingga bisa hamil sampe > melahirkan. Tapi keyataannya berapa banyak yang ada di Indonesia?? > Jadi pertanyaannya sama kalau kita biarkan orang hamil putus asa mau > menggugurkan kandungannya, bingung terus lari ke dukun, terus mati. > Kejamkah kita, bermoralkah kita? > > Dari pada ribut polemik terus mendingan kita yang saling upaya > bersama cari jalan gimana biar KTD tidak terjadi. > > Salam > > TM
