Menurut saya, tidak semua yang pak GG sampaikan Benar. Memang benar Kondisi 
ekonomi Mikro Indonesia Mengenaskan, Pengangguran meningkat, Pengemis + 
Gelandangan + Anak Jalanan  merajarela di setiap sudut, bis kota, lampu merah, 
Kolong Jembatan, Stasiun. Siapa yang harus bertanggung Jawab ?? Sebaiknya 
Pemerintah mengambil langkah yang Konkrit untuk menekan dan mengatasi masalah 
multi dimensi ini. Korupsi telah mendarah daging, jurang pemisah si Kaya dan Si 
Miskin terbuka lebar. Mobil- mobil merah berkeliaran di jalanan. Siapa yang 
Pantas di salahkan ?? Menurut hemat saya kuncinya adalah Bersihkan Aparat 
Pemerintahan dari KKN – Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, Birokrasi yang 
bertele-tele. Coba kita perhatikan yang  ini bukan rahasia umum kekakyaan 
Pejabat kita atau pejabat rendahan setingkat kabag di sebuah instansi 
Pemerintah  sudah Ruuuuar biasa asset nya. Dari mana Asalnya yang tahu persis 
hanya yang di atas.

  Tentang sepinya supermarket dan Hipermarket seperti yang Pak GG sampaikan, 
Supermarket mana yang pak GG Kunjungi Indomaret yang deket dengan Pemukiman 
penduduk??Kalau itu ya, tentu saja sedikit. Cobalah sekali waktu jalan-jalan ke 
Mall yang terkemuka, seperti Senayan City, Plasa senayan, STC, PIM,MTA,PI, 
CITOS,Citraland dll akan di jumpai banyak pengunjung dan mall tersebut tidak 
pernah sepi. Ya emang sih tidak seramai saat akhir pekan. menjelang lebaran, 
natal atau pun tahun baru kalau itu yang menjadi tolok ukur pak GG.

  Mengenai acara TV Deal or No Deal, Who Want to be Millionaire dan Super Deal 
2 Milyar yang di hentikan menurut Pak GG, Coba kita lihat dari sisi positif 
nya, untuk bisa tampil menjadi kontestan acara tersebut perlu usaha keras dan 
melalui  proses seleksi yang ketat sebelum acara tersebut di tayang. Setiap 
kontestan harus menunggu 4 – 7 bulan, 1 tahun atau bahkan tidak di panggil 
untuk proses seleksi. Mereka tampil butuh usaha keras dan perjuangan. Sisi lain 
Pemasukan dari Iklan, pembuat Iklan, SDM, bukankah itu menyeraptenaga keras dan 
tentunya Pajak buat Pemerintah.


  Yang perlu di hentikan itu Perjalanan Dinas yang tidak jelas para anggota DPR 
 ke Luar  Negeri yang di katakana studi Banding What For ??

  SUTARTO ALIMOESO




goenardjoadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Halo pak john,

lebih mudah undang investor Dubai, Saudi, Thailand ke Indonesia,
masih banyak tanah kosong di Cilegon, di Krawang, di Cirebon, masih
banyak yang menarik dari Indonesia dibandingkan kudeta militer
Thailand sebelum blunder Indonesia seperti di phillipines.....

salam,
Goen

Kirim email ke