Baca soal pelanggaran lalulintas di Indonesia ini sering kali tidak
dihiasi dengan penyesalan ... heran ga siy ? Kalo gwe bilang sih ini
baru namanya katro !
Coba baca salah satu tanggapan, ada yang sepertinya enak saja berubah
pikiran untuk berbelok (tanpa penyesalan), malah seolah menyalahkan
Pak Pulisi yang "memang gagah berani" menyetop didepannya. Pulisi
memang menghadapi bahaya. Tapi penyebabnya tetap saja si pengemudi
yang melanggar lalulintas.
Semestinya dalam alinea terakhir ada himbauan untuk tidak melanggar
aturan lalulintas. Bukan himbauan untuk ngakali aturan.
Lantas untuk apa menyarankan meminta kertas biru tetapi tdak
menyarankan mematuhi aturan ? Itu sih pikiran biru ... alias porno !
Hal yang buruk yang kalau dilakukan jangan ngasi tahu orang lain !
Bener sih bahwa pulisi itu salah tidak mau menilang mau duwiknya.
Tetapi nyolong duwiknya copet itu tidak mengurangi kejahatan pencurian !
psst tahu nggak ?
- Kecelakaan fatal pertama terjadi di London Nov 1896 pada kecepatan
15Km/jam !
- Saat ini 1.5 juta mati, 20 juta luka / tahun, setengahnya di Asia
pasifik !
- Trend kematian di jalan raya dari tahun 1981-1993
- Eropa -5%
- Afrika +15 %
- Asia Pasifik +95% !!!
Jadi .... Hati-hati dijalan ya ?
rdp
- http://rovicky.wordpress.com
--- In [email protected], "Jolanda D Matakupan"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear Mbak Kiki,
> Sebelum saya menulis artikel ini, saya sudah membuktikan soal Slip Biru
> tadi. Dan contoh hal yang saya tuliskan di artikel adalah contoh hal
yang
> nyata yang dilakukan tetangga depan rumah saya Drh. Leonard Parulian
Sitepu.
> Sekitar 1 minggu setelah kejadian saya, Bpk Drh. Leonard menerobos lampu
> merah perempatan Mampang-Kuningan, dicegat oleh Polisi yang sepertinya
> memang mencari orang-orang yang menyalahi aturan. Dan apapun
dalihnya, bapak
> Leo ini adalah seorang idealis yang lebih memilih membayar
pajak/denda resmi
> dari pada undertable. Sore hari ketika beliau sampai di rumah, dengan
> bangganya dia menunjukkan Slip Biru kepada saya. kebetulan kami sampai
> dirumah dengan waktu yang hampir selalu bersamaan. Hanya terseyum
kecil saya
> menanggapinya sambil bergumam, "Lha wong ditilang kok senenge ngkoyo
ngene
> pa'e. pa'e..". Dan keesokan sorenya, beliau kembali menunjukkan
SIMnya yang
> sudah kembali ke tangannya dengan tersenyum puas, beliau berkata,
"Cuman 15
> menit dek. Ambil di polsek Mampang situ lah. 50rb aja. Resmi pula kan",
> dengan aksen daerahnya yg kental. Dan dari beliaulah saya tahu kalau
denda
> yang di kenakan pada kendaraan beroda dua paling besar Rp. 30.000
Itu juga
> kalau pelanggarannya terbilang berat. Seperti tidak membawa
surat-surat saat
> mengendara.
>
> Sekali lagi... Saya hanya sekedar berbagi pengalaman.
>
> Cheers,
> _______________________________________________________
> Jolanda D Matakupan
> Project Manager
> The Jakarta Delirium
> Event Organizer, Production House, Architect & Interior Design, Export
> Import Delivery Services.
> e-mail: : [EMAIL PROTECTED] delirium. com
> Phone : +6221.30730701
> Mobile : +62811.176.706
>
>
>
>
> On 5/22/07, kiki sulistiyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Oh ya ya? bisa ya begitu? aduh kalo tiga hari yang lalu aku baca
artikel
> > ini pasti udah aku coba...
> >
> > Hmm tapi kalo polisinya ga mau ngasih slip biru gimana? Dari cerita di
> > kisah ini, polisi ga mau ngasih slip biru karena lebih baik dapat
20 ribu
> > daripada ga sama sekali. Betul begitu? Tapi kalo ternyata polisi
itu memang
> > ngasih slip biru, trus selanjutnya bagaimana dan apa benar
kejadiannya nanti
> > bakal semudah yang tertulis di kisah ini?
> >
> > Oh ya sekedar sharing...tiga hari yang lalu, saya dan suami naik
motor dan
> > ditilang polisi dengan alasan "kalau mau belok ke kanan, ambil
jalur kanan
> > jangan jalur kiri" Awalnya kami memang mau lurus, tapi karena berubah
> > pikiran, (dan melihat banyak juga yang seperti kami, belok ke
kanan tapi
> > tetap di jalur kiri) maka kami tetap di jalur kiri...dan walhasil
> > priiiiiit..polisi itu dengan tidak takut mati (ga takut ketabrak)
> > memberhentikan kami yang sedang dalam laju yang cukup lumayan
kencang....
> >
> > Awalnya suami mencoba nego dengan memberi uang sepuluh ribu (kami
ga mau
> > langsung ngasih harga tinggi)...tau ga jawaban polisi itu???
> > "Wah, mendingan uangnya buat mas beli es aja deh....!" Sakit ati ga
> > sih....
> > Trus berdatanganlah dua orang polisi lagi..sehingga lengkap 3
orang...(Iya
> > sih kalo 10 ribu dibagi tiga berarti masing2 cuma dpt 3 ribu...)
> >
> > Akhirnya kami mengalah dengan memberikan 20 ribu...(setelah nego agak
> > mengesalkan...)
> >
> > Sori ya kalo jadi curhat...tapi makasih info slip birunya....
>