Pak Chairul, Secara pribadi, saya yakin sekali kalau teknologi nuklir itu bagus. Tapi anda yang belajar nuklir, pun mengatakan bahwa PLTN ada kerugian. Soal perbandingan keuntungan dan kerugian, itu biarlah kita nilai belakangan. Tapi apakah anda yang sekarang sedang belajar nuklir ini bisa menjabarkan seluruh kerugian yang mungkin timbul ?
Atau mungkin anda memang tidak mau atau tidak mau tahu resikonya yang penting anda bisa dapat kerja ? Maaf, saya tidak mau menyerang anda, tapi dari semua orang yang katanya sedang belajar nuklir, semua cuma bilang PLTN menguntungkan, lebih banyak keuntungan. Tapi tidak ada satupun yang menjelaskan resikonya apa saja, dan apa penyebabnya, serta apa yang bisa disebabkan. Apakah itu memang tidak dipelajari ? 1 gram uranium = 3 metrik ton batubara, ya ini memang tenaga yang sangat dahsyat, Justru itulah yang kita khawatirkan. Saya tidak meragukan teknologi dalam mengontrol tenaga ini. tapi tenaga sebesar ini kan juga berarti resiko yang besar bila berada di tangan yang salah. Yang saya sangat tidak percaya adalah orang-orang di pemerintah Negara Indonesia ini dalama mengelolanya. Tidak percaya kepada tanggung jawab mereka akan keselamatan rakyat disekitar PLTN, tidak percaya bahwa tujuan utama mereka untuk memberikan sumber tenaga listrik yang murah bagi masyarakat. Apakah dengan dibangun PLTN lalu listrik akan turun harga ? Atau justru nanti harga listrik dinaikkan lagi untuk menutupi biaya pembangunan PLTN plus yang dikorupsi ? ( saya lebih percaya yang mereka kejar adalah semata-mata proyek besar = untung besar untuk kantong pribadi ) Mengutip kalimat yang pernah dikeluarkan oleh Abraham Lincoln, Nearly all men can stand adversity, but *if you really want to test* a man's *character*, give him power. "Hampir setiap manusia tahan terhadap kesusahan, tapi jika kamu mau menguji karakter seseorang, berikan dia kekuasaan". Dan nyatanya kita lihat dari orang-orang yang duduk di pemerintahan kita, maupun yang duduk sebagai wakil rakyat. Hampir semuanya tidak lulus test begitu memegang kekuasaan. Karakter orang-orang yang memegang kekuasaan di negeri ini tidak ada yang baik. Itulah pertimbangan utamanya. Regards, Paulus T On 5/22/07, Chairul Hudaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terlepas pro dan kontra dari pembangunan PLTN tersebut, saya melihat bahwa > pembangunan PLTN di Indonesia ini bagai memakan buah simalakama. Maju kena, > mundur kena. Penilaian saya pribadi, PLTN mempunyai banyak keuntungan > dibanding kerugiannya. Memang sangat susah untuk meng-educate masyarakat, > menjadikan masyarakat paham apa itu PLTN. Mungkin yang ada dipikiran > masyarakat, PLTN diidentikan dengan "BOM" yang meledak di hirosima dan > Nagasaki, atau kecelakaan fatal di chernobyl. Padahal didunia ini banyak > sekali PLTN yang beroperasi dan semuanya aman aman saja tuh. > > Sedikit informasi saja : 1 gram uranium melalui reaksi fisi akan > menghasilkan energi yang setara dengan 3 metrik ton batubara. Bayangkan > efisiensi yang bisa didapat dengan PLTN. Ini salah satu contoh saja... > > Konon sewaktu para anggota DPR berkunjung ke Negeri Ginseng beberapa waktu > yang lalu, mereka menanyakan bagaimana cara yang terbaik untuk meyakinkan > masyarakat agar yakin bahwa dengan pembangunan PLTN akan membawa kepada > kemaslahatan ummat manusia. > > Ini hanya sekedar komentar dari orang yang sedang belajar nuklir. > > Salam > CH - SeouL
