Jumat, Mei 18, 2007 20:19
Majalah Tempo Mau Digugat Lagi?
- berpolitik.com

(gosip berpolitik.com) Sekitar tiga pekan lalu, berpolitik.com dibisiki 
seseorang yang dekat dengan kalangan intelejen. Ia bilang,"(majalah) Tempo 
bakal digugat." Setelah sempat menganggap itu kabar angin belaka, Kamis (17/5) 
kemarin berpolitik.com kembali mendapat bisikan yang sama dari sumber yang 
berbeda. "Rencananya pekan depan (gugatannya) diajukan," kata sumber yang dekat 
dengan kalangan wartawan ini.

Dalam hal apa Tempo bakal kembali digugat? Kedua sumber itu menyebut hal yang 
sama: pemberitaan seputar pengungkapan kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM, 
Munir Said Thalib. Sebagaimana diberitakan, Kordinator Kontras ini merenggang 
nyawa dalam penerbangan menuju Amsterdam tiga tahun silam, tepatnya 7 September 
2004 lalu.

Tak seperti diduga, justru kerabatnya Ongen Latuihamallo yang disebut-sebut 
bakal melancarkan gugatan. Belum jelas, apakah bentuknya sekadar somasi atau 
langsung maju ke pengadilan seperti ketika Tempo digugat oleh Tomy Winata. 
Mulanya ada dugaan pihak BIN atau bahkan Pollycarpus Budihari Priyanto yang 
bakal menuntut. `

Belum terlalu jelas, dalam hal apa tepatnya Tempo bakal digugat. Tapi besar 
dugaan, Tempo bakal dijerat dengan pasal-pasal yang berkaitan dengan pencemaran 
nama baik. Ini terkait dengan salah satu pemaparan majalah itu yang menyebut 
Ongen punya kedekatan dengan kalangan pengedar ekstasi.

Dalam sebuah laporannya pada edisi No 8/XXXIIIIII 16-22 April 2007 lalu memang 
ada kalimat yang menyebut, "Beberapa seniman memberikan informasi yang lebih 
seram: selain pemusik, Ongen juga dekat dengan jaringan pengedar ekstasi di 
Belanda dan punya hubungan baik dengan tentara." 

Potongan kalimat itu konon dianggap sudah mendeskreditkan Ongen sebagai tokoh 
jahat. Tapi, bisik-bisiknya, kerabat Ongen pada intinya merasa berkeberatan 
terhadap keseluruhan isi pelaporan Tempo, terutama sekali pada edisi 16-22 
April itu. Secara kebetulan, seorang warga Maluku Belanda mempertanyakan isi 
laporan itu tatkala dimintai komentarnya oleh Radio Netherlands Worldwide 
(18/4/07)."Dia tidak tahu minum rokok, dia tidak tahu apa-apa kok!"" katanya 
sebagaimana dikutip RNW.

Ada dugaan pihak kerabat masih maju-mundur untuk memajukan gugatan. Pasalnya, 
sejauh ini mereka belum pernah menggunakan hak jawab. Karena itu, ada 
kekhawatirkan pengajuan gugatan bakal prematur dan karenanya ditolak hakim. 

Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi tatkala Staf khusus Meneg BUMN Lendo 
Novo mengajukan gugatan terhadap harian Investor Daily Indonesia. Dalam 
putusannya, hakim justru memerintahkan Lendo mempergunakan terlebih dahulu hak 
jawabnya."Kami berpendapat harus diselesaikan internal dulu sesuai dengan 
Undang-Undang Pers, yaitu menggunakan hak jawab," kata Wahjono, hakim yang 
memimpin jalannya persidangan gugatan tersebut. 

Konon, pengalaman Lendo itulah yang diduga membuat kerabat Ongen maju-mundur 
untuk menggugat Tempo. Kita tunggu saja. Tapi sebuah sumber sempat khawatir 
gosip ini sengaja disebarluaskan untuk mengalihkan perhatian. Sayangnya, dia 
tak mau memberi keterangan lebih jauh. 

Dari apa ya


      
____________________________________________________________________________________Shape
 Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!   
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke